Klenteng Bersejarah di Surabaya, Peninggalan Pasukan Mongolia

Warga beribadah di momen Imlek di Klenteng Hong Tiek Tiang Surabaya
Sumber :
  • VoxPop/Nur Faishal

VoxPop – Perayaan Imlek 2570 di Klenteng Hong Tiek Tiang Jalan Dukuh Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 5 Februari 2019, tampak hikmat. Warga keturunan Tionghoa yang beribadat meyakini Imlek tahun ini membawa peruntungan dan nasib baik bagi seluruh umat manusia. 

img_title Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api, BRI Gelar Imlek Prosperity 2026

Menurut cerita, Klenteng Hong Tiek Tiang didirikan oleh pasukan Khu Bilai Khan dari Mongolia saat pertama kali menginjakkan kaki di bumi Surabaya, sekira tahun 700. Ketua Perhimpunan Tempat Ibadat Tridharma, Ong Khing Kiong, mengatakan, klenteng bersejarah itu berada di posisi penting. 

Ong menyebut lokasinya merupakan segitiga emas kawasan pecinan Kapasan dan kampung Arab Nyamplungan. Di sebelah barat, berdiri gereja tua.

img_title Viral, Pria Diduga Pastor YM Sebut Allah “Tak Ada Bedanya dengan Mucikari”

"Artinya sejak dulu masyarakat sekitar sini sudah hidup berdampingan dan menerima keberagaman dan perbedaan agama," katanya kepada wartawan di Klenteng Hong Tiek Tiang. 

Bagi umat Tridharma, papar Ong, tahun baru Imlek kali ini memiliki makna luar biasa dan penting. Imlek tahun ini merupakan titik pertama terbitnya Matahari yang berbarengan dengan detik akhir dari tahun lalu. "Yang artinya ada permulaan kehidupan yang baru," tuturnya.

img_title Penampakan Lukisan Kuda Api Karya SBY yang Laku Dilelang Rp 6,5 Miliar

Tanda-tanda kebaikan juga muncul dari peristiwa alam saat perayaan Imlek. Dalam amatan Ong, hujan selalu turun saat perayaan tahun baru Imlek. Menurutnya, itu laku alam melaksanakan penyucian. "Mencuci semua yang lama menjadi suci dan bersih," ujarnya. 

Imlek kali ini juga bermakna penting, lanjut Ong, karena menurut keyakinan masyarakat China, Imlek 2570 merupakan tahun babi tanah, kendati pada dasarnya semua tahun bagi masyarakat China adalah baik. 

Bagi umat Tridharma, Hari Raya Imlek merupakan ciptaan Tuhan yang melekat pada alam sebagai ciptaan-Nya. Alam, kata Ong, adalah lambang kehendak Tuhan.

"Itu merupakan konstitusi dan sumber tata karma yang seyogianya ditaati oleh umatnya," ujarnya. (art)

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Sampaikan Pesan Perayaan Imlek Festival 2577: Bangsa Besar Tidak Takut Perbedaan

Prabowo Subianto menyebut Imlek Festival 2026 ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak dibangun oleh satu suku saja atau satu golongan saja, tetapi oleh seluruh bangsa.

img_title
VoxPop.co.id
28 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut