Pesona Pulau Tersembunyi Bangkaru, Tempat Tinggal Penyu Langka
- VoxPop/ Dani Randi/ Banda Aceh
VoxPop – Jika Anda sedang mencari referensi liburan yang tidak membosankan, berkunjung ke Pulau Bangkaru bisa jadi tujuan. Di pulau ini, pengunjung tidak hanya disuguhkan panorama alamnya yang indah, tapi juga dapat mengenal hewan langka secara dekat.
Pulau Bangkaru terletak di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Pulau ini termasuk dalam 63 gugusan pulau di Kepulauan Banyak dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Pulau yang masuk dalam area konservasi ini menjadi pulau yang sering disinggahi penyu langka, seperti penyu hijau dan belimbing. Jika anda beruntung, tiap malam, penyu yang singgah ke pulau ini akan menetaskan telurnya di sepanjang pasir pantai nan lembut.
Pastinya, pengunjung tidak akan kesulitan untuk menemukan penyu di pesisir pantai pulau ini. Tentu akan ditemani Ranger dari beberapa lembaga lingkungan yang bertugas mengawasi setiap pergerakan penyu ini.
![]()
Apalagi menjelang sore, penyu yang bersembunyi di balik timbunan pasir, akan berlomba untuk berlari dengan malu-malu menuju bibir pantai. Jejak penyu pun menghiasi pasir putih di pulau ini.
Pulau Bangkaru juga memiliki pantai, yang diberi nama Amandangan. Pasir putihnya terbentang sekitar 3 kilometer. Sebagian bibir pantai terdapat bebatuan besar yang meruncing ke atas, membuat pulau ini semakin eksotis.
Bukan hanya itu, Pulau Bangkaru juga memilki spot wisata yang terbilang komplet. Anda bisa menikmati wisata bahari di Pulau ini. Mulai surfing, snorkeling, diving, bermain pasir, trekking ke area hutan yang ada di pulau ini dan masih perawan.
Deni Meliala, seorang warga Kecamatan Pulau Banyak Barat menceritakan, pada tahun 2002 warga sekitar menjadikan telur penyu di pulau ini sebagai komoditas mereka. Bahkan ada yang menjualnya, karena harganya yang menggiurkan. Sebab, populasi penyu saat itu banyak dan setiap saat bertelur.
Namun, kini populasi penyu berkurang, sehingga kawasan ini harus dijaga ketat, agar tidak ada orang sembarangan yang datang lalu membawa penyu dan telurnya.
“Dulu kita sangat hati-hati menginjak pasir pantai karena takut terinjak telur penyu. Karena dulu pulau ini yang aman dijadikan penyu untuk bertelur. Tapi sekarang, jumlahnya pun sudah berkurang,” kata Deni kepada VoxPop beberapa waktu lalu.
