Survei: Wisatawan RI Tak Peduli Harga Tiket Mahal yang Penting Nyaman
- Pixabay
Lebih lanjut Gary menjelaskan bagian dari ekspektasi terhadap pengalaman digital yang baik juga meliputi aspek lainnya dalam sebuah perjalanan.
"Misalnya orang Indonesia tergolong yang paling menganggap bahwa pengalaman augmented atau virtual reality akan membantu mereka dalam merancang sebuah perjalanan wisata. Tren ini muncul di semua kelompok umur, termasuk Baby Boomer," ujarnya.
Dia menjelaskan, para wisatawan ini juga tergolong yang paling mungkin untuk merasa frustrasi jika tak bisa mengakses informasi pemesanan mereka lewat perangkat seperti smartphone atau smartwatch.
"Itu meningkat 9 persen pada 2018 dibanding wisatawan lainnya. Di dunia bahkan hanya 67 persen, dibandingkan persentase rata-rata secara global sebesar 45 persen. Rasa frustrasi ini khususnya dirasakan oleh wisatawan Gen X (73 persen) dan Gen Y (67 persen)," jelas dia.
