Rekomendasi Destinasi Wisata Eksotis Dekat Sirkuit Mandalika
- Dokumentasi pegi pegi
VoxPop – Usai diresmikan pada 12 November 2021 lalu, Sirkuit Mandalika yang terletak di Kabupaten Lombok tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menjadi tuan rumah ajang balap kelas dunia, MotoGP 2022.
Selain menyuguhkan langsung pemandangan Samudra Hindia, Sirkuit Mandalika ini ternyata juga berjarak enggak jauh dari beberapa tempat wisata unggulan hingga hidden gem yang ada di Mandalika.
Berikut ini sejumla destinasi wisata eksotis yang berada di sekitar Sirkuit Mandalika dikutip dari keterangan pers Pegi Pegi.
Bukit Merese
![]()
Berjarak sekitar 12 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika, Bukit Merese wajib masuk ke dalam list. Meski membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk bisa naik ke puncak bukit, namun lelah serasa akan langsung terbayar oleh cantiknya panorama Mandalika dari ketinggian.
Garis Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta serta gradasi warna biru air lautnya semakin memanjakan mata. Ditambah lagi, rerumputan hijau dan semilir angin laut yang siap menyambut.
Pantau Tanjung Aan
Selain langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, letak Pantai Tanjung Aan juga tidak jauh dari Bukit Merese atau sekitar 4 menit berkendara. Pantai Tanjung Aan terlihat melengkung dengan air yang jernih berwarna kebiruan. Pasir putih yang terhampar terkesan menawan dilengkapi ombak yang landai. Pastinya memikat hati, terutama bagi yang hobi berenang dan snorkeling.
Pantai Kuta Mandalika
![]()
Tidak hanya Bali, Lombok juga punya pantai bernama Kuta yang disebut sebagai pantai terpanjang di Mandalika. Pantai cantik ini berjarak sekitar 18 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika, dan dikelilingi pepohonan rindang serta gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung pantai untuk beristirahat atau berteduh saat matahari terik.
Desa Sade
Desa Sade berjarak sekitar 27 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika. Di desa ini wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk asli Lombok, yaitu suku Sasak. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat langsung proses menenun kain, memancing, dan menjala ikan. Uniknya, semua bangunan rumah di desa ini masih sangat tradisional dengan atap rumah yang terbuat dari ijuk, tembok dari anyaman bambu (tanpa paku), dan lantainya masih beralaskan tanah.
