7 Fakta Rowo Bayu Banyuwangi, Serta Sejarah di Balik Lokasi KKN

Rowo Bayu.
Sumber :
  • U-Report

Di balik mitos dan sisi mistis Rowo Bayu Banyuwangi, ternyata lokasi ini memiliki pemandangan yang menakjubkan hingga membuat pengunjung merasa tenang.

img_title Fakta Mengerikan Terbongkar! Taufik Hidayat Paksa Korban Penyekapan 3 Tahun Membuat Tato Nama dan Gambar Wajahnya

Rowo Bayu Banyuwangi memiliki panorama yang begitu asri dan sejuk, lantaran di sekelilingnya banyak terdapat tanaman hijau yang asr. Tak dipungkiri keindahan Rowo Bayu Banyuwangi ini membuat banyak wisatawan bertandang untuk singgah sejenak di kota Banyuwangi.

2. Rowo Bayu Merupakan Tempat Sejarah Perjuangan Penjajah Belanda

img_title Satu per Satu Fakta Terungkap, Piala Dunia 2026 Mulai Mendapatkan Kecaman!

Tidak hanya menjadi sejarah yang diduga para mahasiswa yang melakukan KKN saja, Rowo Bayu juga menjadi lokasi sejarah perjuangan saat Indonesia melawan penjajah Belanda. Di mana pada saat penjajahan itu telah mengakibatkan 65 ribu rakyat Blambangan habis dan hanya tersisa 5000 jiwa.

Kejadian ini pernah terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 dan menjadi lahirnya Kabupaten Banyuwangi.  Jadi bisa dibilang Rowo Bayu menjadi saksi biksu adanya penjajah Belanda ke Indonesia.

img_title Pengacara Minta Hakim Pertimbangkan Sikap Kooperatif Terdakwa Perkara Suap Impor Blueray

3. Lokasi Sesungguhnya KKN di Desa Penari

Seperti yang diungkapkan oleh pengelola sekaligus penjaga kawasan wisata Rowo Bayu tepatnya di Dusun Ketangan, Desa Bayu Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, jika di Rowo Bayu pada tahun 2008 silam pernah terjadi kisah nyata dari KKN  di hutan dekat wisata Rowo Bayu.

Di mana desa tersebut kedatangan para mahasiswa asal Surabaya. Tokoh dari daerah Rowo Bayu tersebut merupakan Bapak Sudirman. 

4. Meninggalnya Dua Mahasiswa

Ternyata benar adanya, bermula dari adanya kisah dua mahasiswa yang tengah asyik berpacaran. Di mana keduanya pun tengah menjelajahi area utara situs Rowo Bayu yang kemudian tidak sengaja bertamu di sebuah rumah.

Ketika hendak ingin pulang, keduanya pun dibekali sebuah bingkisan.  Setelah kembalinya dia dan pasangannya bertemu dengan teman-temannya, hingga menceritakan pengalamannya, teman-temannya pun dibuat tidak percaya hingga dibukalah bingkisan tersebut.

Dan ternyata bingkisan itu berisikan kepala kera yang baru saja dipotong. Beberapa hari kemudian setelah bingkisan itu dibuka, sang pria lebih dulu meninggal dan seminggu kemudian disusul sang wanita.

5. Pengunjung Wajib Membersihkan Diri di Mata Air

Ternyata ada syarat khusus jika bertandang ke desa tersebut, tak lain tak bukan harus lebih dulu membersihkan diri di mata air.  Setiap wisatawan yang masuk ke desa Rowo Bayu, pastinya akan melintasi petilasan Prabu Tawang Alun di mana disitu kita wajib untuk membersihkan diri di mata air Kamulyan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut