Cara Lain Menikmati Sensasi Bekerja dan Berlibur di Sudut Pulau Dewata
- Istimewa
Kelecung Eco-Village menurut Frans, dipilih sebagai mitra perdana Radiant Co-Space karena secara umum, masyarakat di desa ini, khususnya para pengelola homestay sudah cukup siap untuk menerima kunjungan digital nomad dan para remote worker. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2017, masyarakat sudah terbiasa untuk menjamu para wisatawan asing yang berkunjung ke desa ini.
![]()
Selain kesiapan masyarakat, Kelecung Eco-Village juga memiliki beragam daya tarik wisata, seperti pantai berpasir hitam, kawasan persawahan yang membentang luas, pemandangan gunung, tempat konservasi penyu, kebun hidroponik, spa tradisional, kesenian lokal dan aktivitas lainnya yang dikemas menarik dengan cerita rakyat berbasis storynomic.
Keramahan masyarakat dan pengalaman autentik yang ditawarkan di Kelecung Eco-Village juga dirasakan oleh para remote worker yang pernah bekerja dari desa ini, seperti Chad, seorang staf Domestic Violence Help Center dari Washington, Amerika Serikat. Chad mengatakan, pengalamannya selama 18 hari menetap di Kelecung sangat berkesan karena ia merasakan kehangatan masyarakat yang menyambutnya dengan baik, layaknya di rumah sendiri.
“Such a wonderful experienced. Felt so welcomed and appreciated – felt like home,” ungkapnya.
Pengalaman yang sama dirasakan Arman, seorang dosen muda dan PhD candidate dari Paris, Prancis, yang menginap selama enam hari di desa ini. Armand sangat mendukung gagasan pengembangan Kelecung Eco-Village sebagai destinasi digital nomadism yang akan segera launching meskipun ia tidak bisa menghadirinya.
Kemitraan yang dibangun antara Radiant Co-Space dengan Kelecung Eco-Village diharapkan mampu mendatangkan 480 kunjungan wisatawan sampai akhir tahun 2023. Secara kuantitas, angka ini memang tidak terlalu besar karena kedua pihak sepakat untuk lebih berfokus pada kualitas produk dan profil wisatawan untuk mempertahankan nilai authentic experience.
Melalui pengembangan Kelecung Eco-Village sebagai destinasi digital nomadism, masyarakat mengharapkan adanya pertumbuhan ekonomi yang mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan di desa, khususnya bagi generasi muda melalui penyediaan homestay, atraksi wisata, kuliner dan sebagainya.
Koservasi penyu
![]()
Dengan hadirnya konsep Eco-Village diharapkan masyarakat desa tidak perlu lagi berurbanisasi ke kota untuk mencari pekerjaan. Selain itu, konsep digital nomadism juga diharapkan mampu mendukung upaya peletarian budaya dan keberlanjutan lingkungan desa, karena kawasan pantai Klecung merupakan zona konservasi penyu. Setiap tahun di Pantai Klecung diadakan pelepasan ratusan penyu-penyu muda yang dibiakkan pencinta lingkungan setempat.
