Keistimewaan Desa Wisata Budo, Hutan Mangrove - Bukit Dapi Dapi
- Kemenparekraf
Kuliner olahan hasil laut menjadi primadona para wisatawan. Selain itu, ada juga kue khas adat Budo atau biasa disebut kue Kongke Dodol/Dodol Budo serta ongol-ongol yang terbuat dari sagu serta keripik pisang. Pengolahan coconut virgin oil juga menjadi primadona desa ini. Bicara homestay terdapat beberapa pilihan penginapan yang dimiliki Desa Wisata Budo antara lain Homestay Omah Ginto, Ma Mina, dan Injilika.
Saat ini kawasan wisata Desa Budo dikelola oleh Bumdes Sinar Usaha Budo. Berkat kerja sama yang saling bersinergi dengan masyarakat, desa ini disebut layak menjadi contoh bagi 125 desa lain di Minasaha Utara. Aspek yang perlu ditiru adalah soal semangat kemandirian untuk membangun desanya.
ADWI bertujuan menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia. Baik kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Selain itu, ADWI diharapkan dapat mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru berkelanjutan di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa. Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia.
Kepada awak media, Sandi mengapresiasi potensi fesyen Desa Budo, terutama produksi Batik Mangrove. ”Saya sangat mendukung. Karena mangrove ini menjadi salah satu daya tarik ke Desa Budo. Dan harus ada yang mereka bisa bawa pulang, salah satunya batik bermotif mangrove. Fesyen sekarang menyumbang USD 21,8 miliar lebih. Dan fesyen yang mendominasi dari segi ekspor. Suatu saat menyumbangkan peningkatan lapangan kerja. Tahun 2022 ini kita akan ciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru dan 2024 4,4 juta lapangan kerja baru. Semuanya dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Harapannya fesyen di Desa Budo ini yang ingin dikembangkan yaitu Batik Mangrove bisa menjadi andalan,” beber Sandi.
