4 Wisata Kuliner di Semarang Ala Tempo Dulu, Ada Bangunan Tahun 1760
- IG @pestakeboen
VoxPop Travel – Kota Semarang punya banyak bangunan tua peninggalan jaman kolonial Hindia Belanda. Sebagian diantaranya kini direvitalisasi dan dimanfaatkan untuk tempat wisata kuliner bernuansa vintage atau tempo dulu.
Bentuk dan penampilan luarnya tetap mempertahankan seperti bangunan aslinya. Sedang bagian dalamnya selain masih asli, juga diberi ornamen hiasan yang senada dengan nunasa jaman dulu.
Berikut ulasan 4 tempat kuliner bernuansa bangunan kolonial yang bisa menjadi rekomendasi menikmati aneka hidangan khas di Kota Semarang.
1. Ikan Bakar Cianjur
Rumah makan Ikan Bakar Cianjur Kota Lama Semarang. (Foto : IG @ikanbakarcianjur)
Lokasinya berada di kawasan Kota Lama, berseberangan dengan Gereja Blenduk. Bangunannya sangat kental dengan arsitektur Eropa jaman dulu.
Awalnya bangunan ini dipakai untuk kantor pengadilan masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1760.
Pada perkembangannya, kemudian pada tahun 2006 bangunan yang sempat rusak sebagian tersebut, direnovasi dan direvitalisasi menjadi tempat usaha rumah makan.
Sesuai nama rumah makan yaitu Ikan Bakar Cianjur, maka menu utamanya adalah ikan bakar sepetri gurami, nila, bawal, juga ikan mas. Menu lainnya merupakan masakan nusantara seperti sayur kangkung, bayam, sayur asam, ayam goreng, dan lain-lain.
Menikmati makan di sini memang terasa beda. Karena sembari makan bisa melihat interior bangunan bergaya Eropa masa kolonial.
Seperti pintu dan jendela kayu jati yang masih utuh sampai sekarang. Juga hiasan lampu, meja, kursi, serta pernak-pernik vintage lainnya.
2. Toko Oen
Kue khas Belanda di Toko Oen Semarang (Foto : Teguh Joko Sutrisno).
Ini dia toko kue yang menyajikan kue-kue khas Belanda tempo dulu. Tempat kuliner ini cukup legendaris karena sudah buka sejak tahun 1910 dan tetap bertahan sampai sekarang. Menurut pemilik toko, Toko Oen awal buka sebenarnya di Jogja pada tahun 1910.
Kemudian buka di Jakarta, Malang, dan Semarang. Namun karena masalah regenerasi membuat toko yang di Semarang saja yang bertahan.
Toko Oen Semarang menempati sebuah bangunan tua khas Hindia Belanda, di Jalan Bodjong yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Pemuda. Waktu itu, para pejabat Hindia Belanda menjadikan jalan ini sebagai kawasan elit.
