Selain Pantai, Yuk Kunjungi 4 Destinasi Bersejarah di Bali
- Dinas Pariwisata Bali
VoxPop Lifestyle – Bali dikenal dengan destinasi alamnya yang begitu memukau dan cukup beragam di berbagai tempat. Pesona alamnya yang sangat indah, sayangnya masih sedikit dieskplor lantaran hanya kerap dikenal dengan keindahan laut dan pantai.
Faktanya, banyak tempat wisata di Pulau Dewata ini dapat menarik wisatawan karena memiliki sejarah dan pesona yang unik. Berikut empat destinasi yang bisa dicoba dan direkomendasikan berdasarkan laman Dinas Pariwisata Bali. Scroll untuk simak artikel selengkapnya.
Pura Kehen
![]()
Pura Kehen adalah pura hindu Bali yang juga disebut pura Hyang Api (dewa api) yang dalam bahasa Bali kehen berarti api, memiliki banyak keunikan. Selain letaknya yang strategis, pintu masuk candi tidak menggunakan Candi Bentar seperti candi Kahyangan Jagat pada umumnya.
Pintu masuk candi Kehen tampak sedikit berbeda sebagai berikut; menggunakan candi kurung. Selain itu, keberadaan Bale Kulkul pada batang pohon beringin juga memberikan warna lain bagi Candi Kehen yang menjadi salah satu objek wisata unggulan Bangli.
Air Terjun Cepung
Air Terjun Cepung merupakan salah satu tempat paling unik di Bali. Sinar matahari yang menembus ke goa bersama dengan air yang jatuh. Jika Anda cukup beruntung untuk mengejar air terjun di hari yang cerah, maka Anda akan mendapatkan suguhan, sinar matahari yang menakjubkan bersinar langsung melalui puncak air terjun menciptakan sinar alami melintasi ngarai seperti formasi batuan.
Dari semua air terjun di Bali, Air Terjun Cepung adalah yang paling unik dan ajaib yang dapat dikunjungi, serta lokasi foto yang sangat populer. Perjalanan untuk turun ke Tukad Cepung cukup mudah. Meskipun, tidak seperti kebanyakan air terjun di Bali, yang satu ini Anda harus mengarungi sungai setinggi lutut dan melewati beberapa batu untuk sampai ke sana.
Air terjun ini terletak di Dusun Penida Kelod, Tembuku, Kabupaten Bangli
Desa Trunyan
Trunyan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Untuk mencapai Trunyan dengan menyeberang melalui Desa Kedisan menggunakan perahu sekitar 45 menit jarak dari Kota Denpasar ± 65 km.
