Jarang Disorot! Lembah Colol di NTT Surganya Kopi Dunia

Wanita Colol NTT sedang petik kopi.
Sumber :
  • VoxPop/Jo Kenaru.

Varietas kopi endemik yang menyohorkan Colol sebagai surganya kopi dunia yakni Kopi Juria yang dibudidaya sejak tahun 1950-an.

img_title Jangan Lagi Skip Minum Kopi di Pagi Hari Ternyata Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Begini Penjelasannya

Juria merupakan bangsa Arabica Typica yang belum berhasil untuk dikawinsilangkan dengan jenis kopi manapun. Kopi juria bercirikan, batang tegak lurus, tinggi berkisar 4-5 meter, dan daun kecil. Selain itu, jarak antar ranting lebih rapat, tidak serimbun arabika atau robusta. Biji juria juga lebih besar dan jika diseduh tanpa gula memberi rasa cokelat, melon, kacang dan rasa manis.

img_title Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Bikin Melek dan Fokus? Cek Jawabannya di Sini!

Selain juria, kopi yang tumbuh di wilayah Colol raya yakni arabika, robusta, Yellow Caturra, S 795 dan teranyar jenis Linie S varian mutasi arabika dari Jerman.

Dimeriahkan tari kolosal

img_title Dirty Latte vs Mont Blanc, Mana Minuman Kopi Kekinian yang Lebih Tinggi Kalori?

Festival Kopi Lembah Colol menampilkan tarian Tuk Kopi yang dibawakan secara kolosal oleh 1000 penari. Para penari memperagakan Tuk Kopi atau menumbuk kopi dengan alu di dalam lesung.

Berbusana adat Manggarai Timur, para penari menampilkan atraksi sampai kopi diseduh dan dinikmati. Formasi kopi dan cangkir memuncaki tarian Tuk Kopi yang dibawakan para penari dari SMK dan SMA se-Kecematan Lambaleda Timur.

Koordinator kolosal Tuk Kopi, Leo Jeharu menjelaskan, tari Tuk Kopi menceritakan detail proses yang kerap dilakoni wanita Manggarai sampai bubuk kopi diseduh dan siap diminum. 

"Proses yang memakan waktu cukup panjang ini menggambarkan perjuangan untuk meraih cita-cita dengan menikmati setiap prosesnya menjalani kehidupan. Kopi adalah salah satu sumber penghasilan terbesar masyarakat Colol. Serong dise empo, mbate dise ame, yakni pesan leluhur agar budi daya kopi terus diwariskan ke anak cucu kita," tutup Leo.

Gerak, langkah, properti tari disertai iringan musik menceritakan tentang kecintaan terhadap budaya, perjuangan, kebersamaan, dan nai ca anggit tuka ca leleng, kope olee todo kongkol bermakna persatuan dan kesatuan.

Festival yang terselenggara atas kerja sama Pemda Manggarai Timur dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), sejumlah BUMN dan BUMD itu juga diramaikan dengan pameran kopi dan kerajinan lokal, serta acara terawang (Toto Kopi), fashion show dan acara hiburan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut