- REUTERS/China Daily
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini S. Sumarno mengatakan, China memenuhi syarat untuk membangun proyek tersebut. Tak hanya menawarkan investasi besar kepada Indonesia, China bersedia menyanggupi skema B to B yang ditawarkan pemerintah Indonesia, sementara Jepang menginginkan jaminan dan campur tangan pemerintah Indonesia.
Di Saudi Arabia, China mampu menembus negara itu dengan King Long bus, yang digunakan untuk mengangkut jemaah haji.
Bank Dunia ala Tiongkok
Tak cukup masuk ke berbagai negara melalui serbuan produknya, China juga sudah menyiapkan berbagai lembaga keuangan untuk membantu menjaga stabilitas perekenomiannya. Dikutip dari South China Morning Post, ada tiga lembaga keuangan yang disiapkan China, Silk Road Infrastructur Fund, Asian Infra Investment Bank, dan New Development Bank.
Tiga lembaga keuangan ini dibentuk untuk mendukung pembangunan, dan mengimbangi dominasi Barat untuk menyediakan hutang. Selama ini, tiga lembaga keuangan besar dunia dikuasai oleh Bank Dunia, IMF dan ADB.
Silk Road Infrastructure Fund atau Dana Infrastruktur Silk Road diluncurkan pada Februari 2014. China menanam investasi hingga US$ 40 miliar. Ini adalah bagian yang menunjang program ambisius One Belt One Road yang digadang China.
Dana tersebut dikapitalisasi terutama oleh cadangan devisa China dan dimaksudkan untuk dikelola seperti dana kekayaan kedaulatan China.
China juga mendirikan New Development Bank (NDB). NDB adalah bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh lima negara dengan perkembangan ekonomi terpesat yang tergabung dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).
China juga sudah menyiapkan berbagai lembaga keuangan untuk membantu menjaga stabilitas perekenomiannya. FOTO: REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Files
NDB didirikan pada tanggal 15 Juli 2014. Bank ini diunggulkan dengan US$50 miliar modal awal, dengan maksud untuk meningkatkan modal US$100 miliar. Bank akan berkantor pusat di Shanghai. Setiap negara akan memiliki satu suara dan tidak ada negara akan memiliki hak veto.
Tak cukup sampai disitu, pada Oktober 2014, China juga mendirikan Asia Infra Investment Bank (Asian Infra Investment Bank). AIIB bercita-cita menjadi bank pembangunan global dengan 21 negara anggota Asia (China, India, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Pakistan, Bangladesh, Brunei, Kamboja, Kazakhstan, Kuwait, Laos, Myanmar, Mongolia , Nepal, Oman, Qatar, Sri Lanka, Uzbekistan dan Vietnam), dengan modal terdaftar hingga US$ 100 milyar.
