Sumber :
- VoxPop.co.id/ Danar Dono
Baba Priok lantas membangun tempat pemakaman di daerah Koja. Lambat laun, lokasi ini mulai ramai didatangi pendatang dari Jawa. Pendatang-pendatang itu menyebut lokasi tersebut sebagai pemakaman Mbah Priok. “Dari situlah tempat itu disebut sebagai Makam Mbah Priok,” ujar Ridwan.
Tempat pemakaman Baba Priok itu lama kelamaan menjadi tempat pemakaman umum. Sebab, pada 1788 kerajaan itu sudah tidak ada lagi.
Baca Juga:
Cagar Budaya, Kriteria dan Cara Penetapannya
Baca Juga
Jaga Marwah Cagar Budaya, Kementerian PU Kucurkan Rp21 Miliar Pugar Zona Inti Pura Mangkunegaran
Kementerian PU menerapkan prinsip kehati-hatian tingkat tinggi (prudence) dalam setiap tahapan restorasi. Perencanaan matang itu telah digodok sejak Maret lalu.
VoxPop.co.id
16 Juni 2026
