Apapun Hasil Pilpres, OKE OCE Tetap Berjalan
- VoxPop/Muhamad Solihin
![]()
Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OKE OCE, Iim Rusyamsi
Sebenarnya siapa yang disasar program atau gerakan ini?
Target kita anak-anak muda. Pak Sandi melihat kita akan ada bonus demografi tahun 2030 nanti puncaknya. Di mana angkatan produktif itu melebihi dari setengah penduduk Indonesia. Kalau sekarang penduduk Indonesia 260 juta orang, kalau setengahnya berarti 130 juta anak muda. Sementara pendidikan mereka, keterampilan mereka minim. Kualitas SDM mereka minim, akhirnya gap itu yang membuat mereka cari kerja. Karena daya saing mereka kurang, sementara tenaga kerja asing diperbolehkan masuk, akhirnya mereka akan terabaikan. Nah ini yang sebenarnya menyebabkan Pak Sandi itu agar OK OCE berperan dengan membuat program pelatihan-pelatihan dulu.
Pak Sandi menginginkan BLK dicocokkan atau link and match dengan dunia kerja atau dunia industri yang ada. Jadi hasil serapannya itu kompetensinya bisa langsung terserap di dunia kerja atau dunia usaha. Nah ini yang sedang kita bangun bersama Pak Sandi. OK OCE ini menjadi tempat berkumpulnya anak muda agar mereka siap kerja dan terampil.
Apa yang menjadi target dari perluasan program OK OCE ini?
Ternyata di kota-kota besar di seluruh Indonesia itu lebih banyak jumlah penganggurannya. Kita sudah siap tempat di tempat atau kota-kota yang banyak jumlah penganggurannya. Ada 10 provinsi dengan angka pengangguran tertinggi di antaranya Banten, Jawa Barat, Maluku, Kepulauan Riau, Aceh, Papua, DKI nomor 9, termasuk hampir di seluruh Pulau Jawa.
Artinya targetnya di 10 titik itu?
Itu data angkatan kerja pengangguran tertinggi. Tapi bukan jadi target OK OCE. Kita akan ke semua wilayah. Karena di setiap kota itu jumlah pengangguran itu bisa sampai 6,4 persen. Sementara di desa 4,04 persen. Tapi di kota kecenderungannya turun tiap tahun, dan justru di desa yang berbahaya karena kecenderungannya naik.
Kenapa?
Karena di desa ini banyak faktor, misalnya bahan baku yang sulit, harga bahan baku yang naik, yang lebih penting adalah masalah SDM juga. Banyak memang kendala di desa-desa dibandingkan di kota-kota.
