Ragam Inovasi yang Sejahterakan Desa Gisting Bawah
- Desa Gisting Bawah
Di luar gedung serbaguna dan PAM Desa, adapula inovasi bank sampah. Masyarakat desa yang semula kesusahan dalam mengelola sampah saat ini hal itu tidak lagi terjadi. Pemerintah desa mendirikan bank sampah, di mana sampah-sampah masyarakat akan dikumpulkan di satu tempat dan dipilah-pilah menjadi sampah-sampah yang bisa dikelola dan yang tidak. Sampah plastik yang bisa dikelola dikumpulkan dan dijual pada pihak tertentu.
Pekerjanya tentu warga Desa Gisting Bawah. Para pekerja ini hampir semua adalah ibu-ibu yang salah satunya adalah pemecah batu dengan penghasilan yang minim. “Saat ini saya kerja di bank sampah ini dengan gaji per minggu. Tugas saya memilah botol-botol plastik, Alhamdulillah hasilnya lebih besar dari saat saya memecah batu dan bisa saya gunakan untuk membeli susu, jajan anak atau yang lainnya,”jelas salah seorang wanita yang bekerja di bank sampah tersebut.
Tak puas dengan inovasi di atas, dunia pertanian pun di garap oleh Desa Gisting. Pepaya menjadi pilihan dalam melakukan inovasi di bidang pertanian. “Kami telah menanam pepaya di lahan seluas 3 ha, yang mempekerjakan masyarakat desa dengan biaya dari dana desa. Dana desa yang digunakan untuk pertanian ini nilai mencapai 100 juta rupiah lebih,”terang Safari Komisaris Bumdes Desa Gisting Bawah.
Semua inovasi yang dilakukan Desa Gisting Bawah kemudian menjadi unit usaha yang dikelola BUMDes Gisting bawah. Menurut Lilis Setiawati, Direktur BUMDes Gisting Bawah, sampai saat ini semua unit usaha yang dijalankan BUMDes bisa dibilang bisa berjalan degan baik. Dari unit-unit usaha ini, desa mendapat pemasukan mencapai angka 40 – 70 juta per tahunnya.
“Ke depan kami berharap dana desa akan lebih bisa membantu mengembangkan unit usaha yang sudah ada dan unit usaha yang akan dikembangkan sehingga pendapatan desa dari unit usaha yang dikelola BUMDes bisa terus meningkat yang akan meningkatkan pula kesejahteraan desa,” pungkas Lilis.
