Baidu Semangati Menpar Kejar Target Outbound Tiongkok
Korea Selatan, Taiwan, Yunani dan Thailand, sudah menggunakan layanan Baidu yang memiliki 40.000 pekerja dan tersebar di 200 negara itu. “Kami tahu detail, data traveler Tiongkok itu. Ratio consumption-nya 52 persen shopping, 27 persen transportation, 6 persen kuliner, 4 persen hotel, 3 persen entertainment, 3 persen scenery, dan sisanya 5 persen bermacam-macam. Belanda per visitnya, bisa USD 1.600,” kata Richard Lee, yang itu berarti lebih tinggi dari standar yang dirilia UN-WTO tahun lalu, yang hanya mematok USD 1.200 per visit.
Indonesia memang masih belum menjadi top 10 of mind para wisman Tiongkok. Nomor satu masih ke Hongkong 45,8 juta, lalu nomor dua Macau 20,4 juta, nomor tiga Thailand 7,93 juta (dibulatkan 8 juta, red), nomor empat Korea Selatan 6 juta. Nomor lima ke Jepang dengan 4,9 juta. Nomor enam Taiwan 4,2 juta, nomor tujuh USA sebesar 2,6 juta, nomor delapan Prancis 2 juta wisman, nomor sembilan Singapore dengan 1,8 juta dan ke-sepuluh Jerman 1,3 juta. Posisi Indonesia masih di bawah itu, 1,2 juta atau 1 persen dari seluruh outbound China.
Semua yang bekerjasama dengan Baidu, jumlah wisman asal Negeri Panda itu langsung melejit naik di 10 besar. “Kami antusias dan sangat terhormat atas kehadiran Pak Menteri Arief ke kantor ini. Sebagai perusahaan berbasis searching engine, kami melihat Indonesia itu sangat potensial, sangat strategis, selain India dan Brazil yang masa depannya bagus. Indonesia itu negara besar, dan rasio pengguna internet juga terus menanjak. Karena itu kami senang bekerjasama melalui sector pariwisata yang juga berkembang,” ungkap Richard Lee.
Richard didampingi timnya lengkap, Li Yang, Global Baidu Maps Senior Manager, Yu Dang En, Global Baidu Maps, Chen Ni dan Liu Jian, Baidu Nuomi’s Travel Vice GM, Ken Tao, Indonesia’s local office representative. “Saat ini key word yang popular Baidu adalah Bali.
Orang Guangdong terbanyak, disusul Beijing, Shanghai, dan lainnya, sudah mulai explore ke Bali dan Indonesia. Tapi harus ditambah destinasi lain yang dipromosikan, seperti Thailand punya Bangkok, Pattaya, Krabi, Phuket, dan lain-lain,” jelas Richard yang sempat menunjukkan secara online, berapa page per view, conversion rate, impression, algoritma, key word dan lainnya.
