Menpar Arief Yahya Bicara Airlines, Airports dan Authorites
Seat Capacity Deficit 2019
Menurut Menpar kita harus melihat kemampuan seat capacity dari penerbangan internasional saat ini dan kemudian melakukan perhitungan proyeksi kebutuhan seat hingga tahun 2019. Dari perhitungan itu akan tahu berapa gap kecukupan seat dan bisa menyusun strategi efektif untuk closing the gap dan memecahkannya.
Berdasarkan data dari Airport Intelligence Services/IATA, tahun ini seat capacity penerbangan internasional dalma negeri mencapai 19,5 juta. Jumlah seat sebanyak itu rupanya hanya efektif untuk mendatangkan wisman sebanyak 12 juta. “Nah, kalau di tahun 2019 kita punya target mendatangkan 20 juta wisman, maka setidaknya kita harus menyediakan 30 juta seat penerbangan internasional. Artinya, selama tiga tahun ke depan kita harus menambah 10,5 juta seat lagi,”katanya.
Seperti diketahui target wisman tahun 2016 adalah 12 juta, dimana yang masuk melalui udara sekitar 75 persne atau 9 juta wisman. Seluruh seat penerbangan internasional sekitar 40 persennya digunakan oleh wisnus (WNI), jadi jumlahnya sekitar 6,4 juta. Kalau ditotal, maka jumlah seat yang kita perlukan adalah 9+6,4= 15,4 juta.
“Nah, kalau rata-rata seat load factor sebesar 80 persen dan seat capacity penerbangan internasional kita 19,5 juta, maka kita dapatkan seat yang tersedia sebesar 19,5 X 80% = 15,5 juta. Jadi tahun ini kita beruntung karena seat demand dan supply masih berimbang: seat yang diperlukan 15,4 juta dan seat yang tersedia 15,5 juta,” ujar Menpar. (webtorial)
