Melihat Yachts Tanjungpinang Seperti Monaco
- http://www.rikipribadi.com
Masih kata Guntur, FBK secara tidak langsung melambungkan nama Tanjungpinang. Meskipun Tanjungpinang tidak ada dalam peta yachter dunia, karena belum punya marina. Kenyataannya tetap menjadi magnet bagi para yachter untuk datang ke Tanjungpinang. Artinya, persiapan selanjutnya harus dibenahi adalah membangun marina di Tanjungpinang.
"Kita harus mulai mempersiapkan diri, khusus Tanjungpinang. Apabila dirancang elegan, Tanjungpinang bisa menjadi water front city di Kepri," kata Guntur.
Lebih lanjut Guntur mengatakan, berbicara Wisata Bahari Kepri, tentunya menyangkut tiga poin penting. Yakni wisata coastal zone (pantai), sea zone (laut), dan under water zone (bawah laut). Lewat FBK inilah, upaya Provinsi Kepri untuk memperkenalkan wisata-wisata bahari di Provinsi Kepri. Karena tujuan besar yang ingin dicapai adalah menjadikan Kepri sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia.
"FBK ini hanya laluan kita untuk memperkenalkan wisata bahari Kepri. Apalagi ambisi kita adalah untuk menjadikan Kepri sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Artinya ada pekerjaan berat yang harus kita lakukan setelah ini," jelas Guntur.
Ditambahkannya, even-even yang dikemas lewat FBK hari ini (kemarin,red) memberikan beberapa nilai. Yakni nilai edukasi, rekreasi, dan nasionalismen. Nilai edukasinya adalah anak-anak diajarkan untuk mencintai seni budaya bangsa, melalui pawai budaya. Kemudian masyarakat juga mendapatkan tontonan sekaligus edukasi tentang wisata bahari dengan kedatangan kapal-kapal yacht.
"Masyarakat juga bisa melihat bagaimana kehebatan para prajurit TNI dalam melakukan terjun payung. Sehingga rasa nasionalismenya muncur disanubari," kata Guntur yang direncanakan akan dihadiri Menpar Arief Yahya, 29 Oktober 2016 itu. (webtorial)
