Langkah Strategis Pemberdayaan ASN di Masa New Normal
“Lembaga pelatihan dapat mengembangkan TIK nya. Masa pandemi mengajarkan kita untuk bekerja dan belajar secara gesit (agile), dimana saja dan kapan saja. Memasuki New Normal, metode distance learning akan terus dikembangkan dengan memberikan opsi yang lebih fleksibel kepada lembaga pelatihan untuk menyelenggarakan pelatihan secara jarak jauh baik online ataupun offline.” ungka Adi.
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA menyampaikan beberapa metode pengembangan kompetensi dalam kondisi new normal.
Beberapa metode tersebut antara lain fulltime online, distance learning online dan offline, micro mobile learning, working place learning dan juga corporate university. Untuk mendukung beberapa metode tersebut dibutuhkan kesiapan fasilitator widyaiswara dana juga kesiapan dari lembaga pelatihan tersebut.
“Kami telah mengeluarkan kebijakan, maka para WI perlu dibekali, misalnya ada Community of Practive untuk WI saling share dan beradaptasai dengan situasi yang ada. Karena virtual ini sangat beda dengan klasikal. Selain itu, kesiapan lembaga pelatihan seperti masalah internet atau device untuk komunikasi perlu disiapkan dengan lebih baik lagi.” tambah Taufiq.
Sejalan dengan itu Kepala Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN, Erna Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm menyampaikan secara garis besar sudah banyak kebijakan untuk mendukung pelaksanaan pengembangan kompetensi pada masa pandemi.
Sejauh ini, distance learning adalah yang paling aman dan banyak digunakan, nantinya kalau memang daerah lembaga pelatihan sudah hijau maka fleksibel bagi lembaga pelatihan tersebut untuk menyelenggarakan pelatihan secara normal seperti sebelumnya. Fleksibel diberikan sepenuhnya untuk tataran kebijakan ini.
