Dalih Singa LNA Usai Luncurkan Ratusan Roket Bombardir Bandara Mitiga

VoxPop Militer: Bandara Internasional Mitiga dibombardir pasukan LNA
Sumber :
  • Libyan Express

VoxPop – Tentara Nasional Libya (LNA) akhirnya memberikan pernyataan pasca serangan masif ke sejumlah daerah di Tripoli, akhir pekan kemarin. Ada alasan tersendiri mengapa anak buah Marsekal Khalifa Haftar meluncurkan ratusan roket ke ibukota.

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Juru Bicara Tentara Nasional Libya, Ahmed Al-Mismari, mengatakan bahwa Bandara Internasional Mitiga sudah tidak lagi menjadi milik Libya. LNA menganggap bandara teresebut sudah beralih fungsi menjadi pangkalan militer Turki.

"Kita harus tahu apa itu Pangkalan Mitiga. Itu adalah pangkalan udara Angkatan Udara Libya dulunya, sebelum angkatan udara dan artileri Turki ditempatkan di sana,” ujar Mismari dikutip Al-Masdar News.

img_title Turki Masukkan PM Israel Benjamin Netanyahu Daftar Buronan Interpol

“Puluhan drone lepas landas setiap hari. Mereka menerima pesawat sipil dan militer yang membawa senjata dan tentara bayaran, serta telah menjadi pangkalan militer dalam pendudukan Turki," katanya.

Oleh sebab itu, LNA membenarkan jika Bandara Internasional Mitiga jadi sasaran utama serangannya. Mismari menjelaskan, setiap hari di bandara tersebut masuk sejumlah senjata dan tentara bayaran ke Libya yang dikirim oleh Turki.

img_title Komisi I DPR Setujui Kerja Sama Pertahanan Indonesia dengan Turki-Malaysia

Mismari menegaskan, perubahan fungsi Bandara Internasional Mitiga bisa jadi ancaman bagi LNA dan warga sipil. Hal inilah yang jadi alasan mengapa tempat itu jadi target utama serangan.

"Kami menargetkan pangkalan ini karena berubah menjadi ancaman. Tidak hanya bagi angkatan bersenjata Libya, tetapi juga bagi warga sipil di Tripoli. Pangkalan ini membom lingkungan sipil, jadi target kami adalah pangkalan militer," ?ucap Mismari melanjutkan.

"Kami mendapat instruksi untuk menggunakan senjata terkuat yang tersendia untuk mengakhiri pertempuran di Tripoli, sambil menjaga warga sipil," katanya.

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut