Memalukan, Pasukan GNA dan Tentara Bayaran Turki Ternyata Maling

VoxPop Militer: Pusat perbelanjaan yang dibakar pasukan GNA di Kota Tourhuna.
Sumber :
  • LNA

VoxPop – Pasukan milisi dari Pemerintah Kesepakatan Nasional atau GNA telah berhasil merebut sejumlah kota dan wilayah basis utama pasukan Tentara Nasional Libya (LNA).

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Sejak sepekan terakhir ini, GNA yang didukung oleh Turki dengan mengerahkan tentara bayaran dari Suriah telah merebut Kota Subrata, Surman, Al-Assaba, Gryan dan Tarhuna.

Namun, kemenangan yang diraih GNA ternyata tak berdampak baik pada warga sipil. Malah sebaliknya, kehadiran pasukan GNA di kota-kota itu menciptakan ketakutan yang luar biasa.

img_title Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat TPPO ke Libya, 105 WNI Jadi Korban Modus Kerja ART di Turki

Bagaimana tidak, setelah menguasai kota-kota yang sebelumnya diduduki LNA, pasukan GNA bertindak semaunya. Banyak rumah warga dan kantor-kantor yang dirusak dan dibakar. Bahkan di Kota Tarhuna, pasukan GNA membumihanguskan satu-satunya pusat perbelanjaan setelah sebelumnya melakukan penjarahan.

Yang paling memalukan, pasukan GNA mencuri berbagai peralatan rumah tangga milik warga mulai dari televisi, sofa, kulkas sampai mesin cuci.

img_title Menteri P2MI Sebut PMI Asal Cianjur Dipulangkan dari Libya Itu Korban TPPO

"GNA telah membuktikan satu hal kepada dunia, bahwa kekuatan multinasional mereka hanyalah sekelompok pencuri, pembakar, dan teroris.  Ketika mereka melakukan kejahatan keji setiap kali mereka memasuki kota sebagai penjajah bukan pembebasan," tulis LNA dalam siaran resminya, Senin 8 Juni 2020.

Untuk diketahui, memang pasukan GNA bukan prajurit bersenjata terlatih. Mereka merupakan kumpulan dari milisi-milisi bersenjata yang selama ini kerap melakukan kriminalitas. Bahkan banyak dari mereka merupakan perampok, maling dan teroris yang melarikan diri dari tahanan. Begitu pula dengan tentara bayaran asal Suriah yang didatangkan Turki ke Libya.

Catatan: Kami telah mengganti foto di artikel ini karena terdapat kekeliruan. Redaksi memohon maaf atas kekeliruan ini.

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut