Perang Libya Berkecamuk, Sepupu Muammar Qaddafi Ancam Erdogan
- twitter.com
Sebagaimana diketahui, intensitas hubungan pemerintah Turki dengan Pemerintahan Kesepakatan Nasional Libya (GNA) memang diketahui sangat masif. Militer Turki dengan kekuatan penuh mendukung pasukan militer GNA untuk menghadapi perlawanan dari Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Marsekal Khalifa Haftar. Selama satu bulan terakhir ini, pasukan GNA yang didukung militer Turki telah berhasil menduduki sejumlah basis pertahanan pasukan LNA yang didukung oleh Rusia, UEA dan Mesir di wilayah Libya Timur dan Tripoli. Bahkan, sekitar pertengahan bulan lalu, Turki menolak mentah-mentah ajakan pemerintah Mesir yang mewakili LNA pimpinan Field Marsekal Khalifa Haftar untuk melakukan gencatan senjata di Libya.
Penolakan Turki atas tawaran gencatan senjata di Libya itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu selang beberapa hari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Perdana Menteri Libya hasil kesepakatan internasional (GNA) Fayez Al-Serraj di Ankara, Turki membahas rencana kerjasama eksplorasi kilang minyak di Laut Mediterania yang akan dimulai dalam waktu dekat ini.
Baca : Gencatan Senjata Ditolak, Militer Mesir Bersiap di Perbatasan Libya
