Pasukan Militer Mesir Masuk Perbatasan Libya, Siap Perang Lawan Turki
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyebut, ajakan gencatan senjata yang ditawarkan oleh Mesir itu hanya bertujuan untuk menyelamatkan komandan militer pembangkang, Khalifa Haftar yang sebentar lagi akan menerima kekalahan dari pasukan GNA dan Turki.
"Upaya gencatan senjata di Kairo masih mati. Jika gencatan senjata ditandatangani, itu harus dilakukan di sebuah platform yang menyatukan semua orang. Panggilan gencatan senjata untuk menyelamatkan Haftar tampaknya tidak tulus atau dapat dipercaya bagi kita," kata Cavusoglu.
![]()
Kemarahan Mesir kembali makin menjadi-jadi ketika mengetahui, penolakan usulan gencatan senjata dari Turki itu terjadi setelah Perdana Menteri Libya Fayez Al-Serraj bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara. Mereka membahas tentang kerja sama eksplorasi minyak di laut Mediterania timur yang rencananya akan dimulai akhir tahun ini.
Dalam pertemua tersebut, Erdogan menegaskan akan mendukung pemerintahan Libya yang diakui oleh PBB, yaitu GNA untuk menghadapi pemberontak LNA pimpinan Khalifa Haftar yang didukung oleh Rusia, UEA, dan Mesir.
Baca : Perang Besar Bakal Pecah di Libya, Militer Mesir Bentrok Lawan Turki
