Menyeramkan, 3 Jenderal Ini Mati Tersiksa dalam Perang
- Youtube
Memiliki karier yang mengkilap, Greene mendapat kenaikan pangkat menjadi bintang satu alias Brigadir Jenderal pada akhir 2009. Saat itu, Greene mendapat tugas baru sebagai Wakil Komandan Komando Penelitian dan Teknik Angkatan Darat AS.
Hanya tiga tahun mengklaim titel Brigadir Jenderal, pangkat Greene naik lagi pada 2012 menjadi Mayor Jenderal. Dengan pangkat barunya, Greene juga mendapat tugas baru sebagai Deputi Akuisisi dan Manajemen Sistem Program Intelijen Perang Elektronik dan Sensor.
Pada Januari 2014, Greene dikirim ke Afghanistan. Kala itu, Greene dipercaya menjadi Wakil Komandan Komando Transisi Keamanan Gabungan Afghanistan, selama Operasi Kemerdekaan Abadi.
Baru tujuh bulan bertugas di posisi barunya itu, Greene justru menjadi target serangan seorang tentara Angkatan Bersenjata Afghanistan (AAF). Greene ditembak mati saat mengadakan lawatan ke Universitas Pertahanan Nasional Afghanistan di Kamp Marsekal Fahim Qargha, Kabul, 5 Agustus 2014.
3. Jenderal (Anumerta) Simon Bolivar Buckner Jr.
- Remember the Deadeyes
Menurut catatan yang dikutip VoxPop Militer dari buku "The Ultimate Battle: Okinawa 1945—The Last Epic Struggle of World War II", salah satu momen mengerikan terjadi dalam Perang Pasifik adalah Pertempuran Okinawa.
Pertempuran Okinawa terjadi selama 82 hari, dimulai pada 26 Maret hingga 2 Juli 1945. Sejarah membuktikan bahwa Pertempuran Okinawa adalah serangan amfibi terbesar paling dahsyat di dunia.
Pasukan Angkatan Darat AS ke-10 yang berjumlah 541 ribu personel, berhasil menghabisi pasukan Angkatan Darat Kerajaan Jepang ke-32 yang hanya berjumlah 76 ribu personel. Akan tetapi, kemenangan perang militer Amerika Serikat harus dibayar mahal oleh nyawa sang komandan, Jenderal (Anumerta) Simon Bolivar Buckner Jr.
Saat itu, Buckner menjabat sebagai Komandan Angkatan Darat ke-10 AS yang memimpin 541 ribu pasukan gabungan dengan Korps Marinir AS (US Marine Corps).
Tepatnya pada 18 Juni 1945, Buckner datang ke Pulau Okinawa untuk meninjau pasukannya di medan tempur dengan menggunakan mobil jip komando. Kala itu, pangkat Buckner masih Letnan Jenderal. Oleh sebab itu, di mobil jip yang ditumpanginya ada bendera dengan simbol bintang tiga.
Buckner mendatangi pos pengawasan di depan sebuah Bukit Ibaru, yang hanya berjarak sekitar 300 meter di belakang garis depan. Kedatangan Buckner ternyata diketahui oleh pihak militer Jepang.
