Hadapi Perang Malam, China Siagakan Nuklir Pembunuh Kapal Induk AS

VoxPop Militer: Rudal balistik Dongfeng DF-26
Sumber :
  • topwar.ru

VoxPop – Brigade Rudal yang berada di bawah komando Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China (PLARF), menyiagakan sejumlah rudal balistik Dongfeng DF-26. Yang lebih menantang, "rudal pembunuh kapal induk" militer China disiagakan pada malam hari.

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Menurut laporan yang dikutip VoxPop Militer dari Global Times, Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China menggelar latihan peluncuran rudal untuk menghadapi perang malam.

Serangan diarahkan ke sebuah target stasioner di sebuah wilayah yang hingga berita ini diturunkan, masih dirahasiakan. Militer China meyakini bahwa serangan rudal balistik pada malam hari, membawa banyak keuntungan di medan perang.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Sejumlah rudal ditembakkan dalam serangkaian gelombang. Secara manual, pasukan militer China sejumlah rudal pada gelombang pertama. Setelah itu, para prajurit harus segera berpindah ke lokasi peluncuran lain dan memuat ulang rudal.

Photo :
  • South China Morning Post
img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Seorang operator pemuatan rudal, Sersan Deng Kuan, menjelaskan bahwa latihan ini memberikan pemahaman bahwa pengisian ulang harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin. Apalagi, situasinya harus dilakukan di waktu gelap.

Oleh sebab itu, proses pengisian ulang rudal membutuhkan banyak pasukan agar meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu.

"Kami telah mengadakan latihan malam secara teratur baru-baru, yang berlangsung lewat tengah malam. Mereka menampilkan perubahan acak dari posisi peluncuran dan target," ujar Wakil Komandan Brigade Rudal Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China, Kolonel Jiang Feng.

"Serangan tembakan dilakukan berturut-turut dan relokasi (secara berpindah-pindah)," katanya.

Photo :
  • The Week

Jiang Feng juga memastikan bahwa tantangan yang harus dihadapi dalam pertempuran malam hari adalah visibilitas. Penembakkan di malam hari. Kurangnya cahaya menyebabkan kurangnya visibilitas yang secara signifikan mengurangi akurasi, jika dibandingkan dengan peluncuran pada siang hari.

Apalagi, rudal balistik Dongfeng DF-26 yang bisa memuat hulu ledak nuklir dirancang untuk menyerang target bergerak. Salah satu target realistis yang bisa jadi sasaran empuk rudal pembunuh ini adalah kapal induk.

Ilustrasi kebakaran

Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Komandan Damkar Kosambi, Ahmad Husni menjelaskan kebakaran terjadi di salah satu bangunan di kawasan Day Night District (DND) PIK 2 dan 3 WNA China berhasil dievakuasi.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut