Ini Sosok Artis Hamil Ukraina Penipu Besar Dunia untuk Hancurkan Rusia
Padahal sebelumnya Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Polyansky, menjawab bahwa ini adalah berita palsu, dan dikatakan bahwa pihak Rusia melaporkan kepada PBB sejak tanggal 7 bahwa rumah sakit tersebut tidak memiliki warga sipil dan digunakan sebagai fasilitas militer.
"Malahan, Kami memperingatkan pada 7 Maret bahwa rumah sakit ini telah diubah menjadi objek militer oleh radikal. Sangat mengganggu bahwa PBB menyebarkan informasi ini tanpa verifikasi," kata Polyansky.
Rusia melalui Kementerian Pertahanan juga telah mengeluarkan pernyataan atas apa yang terjadi di rumah sakit itu.
VoxPop Militer: Model bunting Ukraina.
Jadi, ketika Angkatan Udara militer Rusia membombardir rumah sakit bertingkat itu, di dalamnya tak ada warga sipil, wanita hamil, bayi, pasien dan tenaga medis lainnya.
Rumah sakit itu sebenarnya sudah tak lagi berfungsi sejak beberapa hari sebelum penyerangan terjadi. Sebab, pasukan Garda Nasional militer Ukraina dari Batalyon neo-Nazi, Azov dan Angkatan Bersenjata telah mengosongkan gedung itu.
Semua aktivitas rumah sakit dihentikan paksa. Setelah itu bangunan rumah sakit dijadikan markas pertempuran. Dalam tangkapan pesawat mata-mata tanpa awak militer Rusia, terekam pasukan tempur Azov dan Ukraina menguasai area gedung itu.
"Kami telah berulang kali menyatakan sebelumnya bahwa lembaga medis Mariupol termasuk RS No 3, menghentikan pekerjaan purna waktu pada akhir Februari. Semua staf dan pasien disebar oleh nasionalis. Bangunan rumah sakit, karena lokasi taktisnya yang menguntungkan dekat dengan pusat kota, dilengkapi kembali menjadi kubu Batalyon Nasional Azov," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam siaran resminya.
Yang perlu dicatat, Ukraina memang sangat getol memproduksi informasi palsu, bohong dan menyesatkan selama berlangsungnya operasi militer khusus Rusia. Tak cuma masyarakat umum yang terlibat dalam penyebarluasan informasi bohong itu, tapi lembaga resmi seperti Kementerian Pertahanan Ukraina, Kementerian Luar Negeri Rusia hingga Presiden Ukraina, tujuannya cuma untuk merusak militer Rusia.
Baca: Dunia Gempar Ditipu Ukraina, Wanita Hamil Ini Ternyata Artis Bunting
