Bikin Merinding, Jenderal Kopassus TNI Taklukkan OPM Tanpa Sejata

VoxPop Militer: Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa saat masih menjadi Danjen Kopassus
Sumber :
  • Youtube

VoxPop – Bagi masyarakat awam, mendengar nama pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tentu akan membuat nyali ciut. Akan tetapi, tidak demikian sosok seorang Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini punya kisah bagaimana menaklukkan gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) tanpa senjata.

img_title Menuju Olimpiade 2028, PBTI dan TNI Siap Sukseskan Asian Taekwondo Open di Jakarta

Menurut data yang dikutip VoxPop Militer dari situs resmi TNI Angkatan Darat, Nyoman pernah menjadi orang nomor satu di Korps Baret Merah saat menjadi Danjen Kopassus periode 25 Januari 2019 hingga 26 Agustus 2020. 

Namun sebelum ditunjuk sebagai Danjen Kopassus, Nyoman pernah bertugas di provinsi paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di mana ia memiliki pengalaman yang sangat berharga.

img_title Viral Kabar Kendaraan Lapis Baja Berjejer di Monas untuk Hadapi Demonstran, TNI: Jangan Sebarakan Hoaks!

Pada 2017, pria krlahiran Buleleng, Bali 26 Juni 1967 ini menjabat Komandan Komando Resor Militer 173/Praja Vira Braja dan Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XVII/Cenderawasih. Nyoman mengisahkan bagaimana ia harus berhadapan dengan fakta adanya gerakan separatis OPM yang meresahkan masyarakat.

VoxPop Militer:Komandan Jenderal Komando Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa

Photo :
  • Puspen TNI
img_title Mensesneg Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Tukin TNI, Singgung Nasib Guru dan Nakes di Wilayah 3T

Sebagai seorang prajurit pasukan elite, Nyoman tentu bisa saja mengerahkan pasukannya untuk menumpas kelompok itu. Namun demikian, Perwira Tingi (Pati) TNI Angkatan Darat ini justru memilih untuk melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan anggota kelompok tersebut.

Sosok Nyoman ternyata sangat menjunjung tinggi doktrin yang didapatnya di dunia militer. Nyoman yakin bahwa setiap prajurit adalah seorang manusia biasa yang juga punya perasaan.

"Kita sebagai pemimpin harus memimpin dengan hati. Perlu diketahui, prajurit itu atau orang yang berada di dekat kita adalah manusia yang punya perasaan, sama seperti kita sendiri. Kalau kita melayani dengan baik, maka dia akan setia dengan kita," ujar Nyoman.

"Istilah di tentara, kita harus setia kepada pimpinan, kita harus setia sama kawan, dan setia sama anak buah. Sehingga, hal-hal ini lah yang mendasari kita, kita harus perlakukan mereka dengan baik. Kalau kita berpikir di luar itu, saya yakin responsnya tidak bagus," katanya.

Berbekal keyakinan itu lah, Nyoman bergerak menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Tanpa senapan, tanpa peluru, melainkan dengan hati, Nyoman mampu meluluhkan hati sejumlah anggota OPM untuk meyakini dan kembali ke pangkuan NKRI.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut