Ngeri, Aksi Jenderal TNI SBY Pimpin Batalyon Paling Garang Saat Perang

VoxPop Militer: Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono
Sumber :
  • Youtube

VoxPop – Jangan anggap remeh sosok seorang Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhono. Tak hanya punya kemampuan dalam hal kepemimpinan, Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6 ini juga punya prestasi tempur bersama satuan elite paling garang dalam perang, Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti.

img_title 5 Juli 2004: Pemilu Pertama di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Terpilih Menjadi Presiden

Menurut catatan yang dikutip VoxPop Militer dari buku otobiografi, SBY Sang Demokrat, dikisahkan bahwa pada 1986 Mayor Inf Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut bertempur dalam Operasi Seroja di Timor-Timur. Saat itu, SBY menjadi Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri 744/Satria Yudha Bhakti, atau yang kini Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti (SYB).

Tepatnya pada pertengahan 1986, SBY memimpin pasukannya untuk melakukan pertempuran di dua wilayah, Same dan Ailio. Saat itu, SBY yang masih berpangkat Mayor TNI membawa setengah kekuatan Yonif 744/SYB untuk menjalankan operasi tersebut.

img_title Terjebak di Zona Perang, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan UNIFIL di Lebanon

Sebagai Komandan Batalyon, SBY memilki taktik jitu untuk menghadapi pertempuran. Ia membagi pasukan yang dibawanya menjadi dua kompi dan satu komando taktis. Dalam perintahnya, SBY menginstruksikan kepada pasukannya untuk melakukan taktik insurgensi, peyergapan dan pengadangan.

Photo :
  • Youtube
img_title SBY: Demokrat Bersama Presiden Prabowo Harus Jadi Bagian Solusi Masalah Bangsa

"Kita bergerak dengan taktis lewat insurgensi, paduan antara gerakan pembersihan daerah, operasi penyergapan, dan operasi pengadangan," ucap SBY saat memberi perintah kepada para anak buahnya.

Saat operasi memasuki pekan ketiga, pasukan komando taktik Yonif 744/SYB terlibat baku tembak dengan anggota Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor-Leste (FALINTIL). Sebagai pasukan elite, komando taktiks Yonif 744/SYB tak perlu waktu lama untuk menghabisi pasukan musuh di Bukit Turiskai.

Benar saja, hanya beberapa menit kontak tembak, pasukan FALINTIL tercerai berai dan lari tunggang langgang ke dalam hutan. Setelah itu, pasukan SBY pun melakukan penyisiran dan menemukan seorang anggota FALINTIL dalam kondisi luka parah.

Perut anggota FALINTIL itu robek sampai ususnya terburai. Melihat ada musuh yang terkapar, pasukan SBY langsung mengerubunginya. Para prajurit Yonif 744/SYB itu sudah geram dan ingin langsung mengeksekusinya. Akan tetapi, Sersan Adolfo Tilman yang memimpin pasukan komando taktis, lebih dulu meminta perintah eksekusi kepada SBY.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut