Cerita Anak Menteng Jadi Jenderal TNI Usai Ayahnya Dibunuh
- lemhanas.go.id
Oleh sebab itu, pada akhirnya Agus memutuskan untuk masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1967. Agus menegaskan, keputusannya untuk masuk ke dunia militer adalah murni karena ingin memiliki masa depan dan bukan perasaan dendam terhadap PKI.
"Bisa dibayangkan, sebuah keluarga dengan saya yang sulung saja baru lulus SMA. Waktu itu tahun 65 kuliah itu sesuatu yang luar biasa. Saya pikir, saya mesti kuliah lima tahun sementara kerjaan saya cuma main-main saja. Anak Menteng," ujar Agus melanjutkan.
"Kalau saya sampai tidak selesai (kuliah) kan alangkah berdosanya saya. Jadi yang saya pikirkan adalah, bagaimana untuk mencari kepastian hari depan dan melatih karakter saya untuk menjadi seorang pribadi yang berkarakter. Oleh sebab itu saya putuskan untuk memilih pengabdian dalam olah keprajuritan, dan bukan karena dendam," katanya.
Agus sendiri adalah jebolan AKABRI 1970. Selain Agus, ada sejumlah nama besar yang juga merupakan teman satu angkatan Agus. Beberapa diantaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, dan mantan Menteri Agama, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi.
