Kok Bisa, Jenderal TNI Ini Tidur Pulas Saat Ditunjuk Jadi Pangdam

VoxPop Militer: Letjen TNI (Purn.) Solihin G.P (kiri)
Sumber :
  • Youtube

VoxPop – Nama Letjen TNI (Purn.) Solihin Gautama Purwanegara, atau Solihin G.P, memang cukup asing bagi kalahan milenial. Namun demikian, perlu diketahui jasa purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat saat masih aktif berdinas di dunia militer. Di sisi lain, ada pula momen lucu yang pernah dialami pria Sunda ini.

img_title Kisah Unik Jenderal TNI Bintang 3 yang Ditunjuk Jadi Pangdam Saat Tertidur Lelap

Kisah berawal dari perintah Presiden Republik Indonesa (RI) Pertama, Ir. Soekarno, kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hassanudin, Brigjen TNI Muhammad Jusuf. 

Sekitar tahun 1964, Soekarno memerintahkan Jusuf agar menumpas gerakan separatis Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi, di bawah pimpinan Abdul Kahar Muzakkar. Bagi Jusuf, menjalankan perintah Soekarno bukan perkara mudah.

img_title Wafat di Usia 97 Tahun, Solihin GP Sempat Enam Kali Alami Stroke hingga Lumpuh

Kahar Muzakkar dan antek-anteknya selalu berpindah-pindah dan mahir menjalankan taktik perang gerilya di hutan-hutan Sulawesi. Singkat cerita, Jusuf meminta dukungan berupa tambahan kekuatan dari Komando Daerah Militer III/Siliwangi.

Photo :
  • Youtube
img_title Kabar Duka, Mantan Gubernur Jawa Barat Solihin GP Meninggal Dunia

Menurut catatan yang dikutip VoxPop Militer dari buku Jenderal M. Jusuf Panglima Para Prajurit, saat itu Jusuf mendapatkan bantuan pasukan dari dua Brigade Infanteri, plus Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 330/Tridharma, yang saat ini bernama Yonif Para Raider 330/Tridharma. 

Sebagai pimpinan, Jusuf menunjuk Solihin yang saat itu masih berpangkat Kolonel Infanteri (TNI) sebagai Kepala Staf Operasi Kilat, dengan sandi Operasi Bharata Yudha.

Dimulai pada April 1964, operasi penumpasan gerakan separatis DI/TII berhasil dituntaskan pada 5 Februari 1965. Setelah melakukan perburuan, Kahar Muzakkar akhirnya berhasil ditembak mati oleh Kopral Satu (Koptu) Sadeli, anggota Pleton I Kompi B Yonif Linud 330/Tridharma.

Pasca keberhasilan penumpasan DI/TII Kahar Muzakkar, nama Solihin pun mencuat. Di sisi lain, Jusuf yang masih menduduki posisi sebagai Pangdam XIV/Hassanudin justru ditunjuk juga oleh Presiden Soekarno untuk menjabat Menteri Perindustrian Ringan di Kabinet Dwikora I.

Memiliki dua jabatan, Jusuf pun harus pulang pergi Jakarta-Makassar. Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), yang saat itu bernama Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad), Letjen TNI Ahmad Yani, belum melakukan penunjukkan pengganti Jusuf sampai wafatnya pada 1 Oktober 1965.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut