59 Tahun Pasukan Tengkorak TNI, Berani Mati Demi NKRI!
- Youtube
VoxPop – Hampir enam dekade sudah Komando Pasukan Katak (Kopaska) berdiri tegak menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hari ini, pasukan elite yang identik dengan topeng tengkorak milik TNI Angkatan Laut genap berusia 59 tahun.
Dirangkum VoxPop Militer dari berbagai sumber, Komando Pasukan Katak berdiri pada 31 Maret 1962 atas prakarsa Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir. Soekarno (Bung Karno).
Bukan tanpa alasan Kopaska dibentuk. Saat itu, Indonesia tengah terlibat konfrontasi dengan Angkatan Bersenjata Kerajaan Belanda. Ya, Kopaska adalah satu komponen penting militer Indonesia untuk menghadapi militer Belanda dalam Operasi Trikora di Irian Barat atau yang sekarang bernama Papua.
Dalam catatan yang dikutip VoxPop Militer dari “Bung Tardjo Pejuang Tanpa Pamrih”, Kapten (P) Robertus Iskak yang dikenal sebagai Bapak Pasukan Katak Indonesia, membenarkan bahwa Soekarno (Bung Karno) sendiri yang memerintahkan pembentukan Komando Pasukan Katak.
- Youtube
Aksi songong Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijk Marine) yang memblokade sejumlah perairan Indonesia, membuat Bung Karno murka dan memerintahkan untuk mendobraknya.
Dengan statusnya sebagai pasukan elite, misi pertama Kopaska kala itu tidak tanggung-tanggung. Anggota Kopaska generasi pertama harus menjalankan misi bunuh diri dengan menaiki rudal torpedo untuk menghancurkan kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Belanda, HNLMS Karel Doorman (R81).
Bukan perkara mudah bagi anggota Kopaska saat itu. Selain harus berani mengorbankan nyawa, kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Belanda itu memiliki bobot mencapai 19.900 ton, dengan panjang 192 meter. Saat itu, kapal induk HNLMS Karel Doorman terbilang salah satu kapal raksasa yang ada di dunia.
Tak hanya itu saja, pasukan Kopaska juga pernah melibas anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada pertengahan 2000an.
- Youtube
Dikutip VoxPop Militer dari buku "Kopaska Spesialis Pertempuran Laut Khusus", sebuah peristiwa penyanderaan awak kapal terjadi di Perlak, Aceh Timur. Saat itu, sebuah kapal ikan dibajak oleh anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Selain berhasil membebaskan sandera, para anggota Kopaska yang tergabung dalam Tim Kejar saat itu juga berhasil menangkap sejumlah anggota GAM. Dua pentolan GAM yang berhasil ditangkap adalah Budiansyah alias Jepang dan Syafrizal Sofyan.
