Rantang Keramat Kapten TNI Sugeng, Saksi Bisu Kecamuk Perang Dahsyat
- Youtube
Sebagai seorang purnawirawan perwira TNI Angkatan Darat, Sugeng sangat bangga bisa menjadi bagian dari Batalyon Kavaleri. Pada akhirnya, Sugeng tak hanya bisa menumpangi tank tempur, namun mampu mengendarai kendaraan perang berlapis baja itu.
Sebagian besar Sugeng bertugas di Batalyon Kavaleri 5/Dwi Pangga Cera, Muara Enim Sumatera Selatan, di bawah Kodam II/Sriwijaya.
"Cita-cita saya akhirnya jadi kavaleri, akhirnya saya dikirim ke Batalyon 5 Kavaleri Palembang. Apapun perintah komandan, kita laksanakan. Akhirnya kita tugas daripada pengabdian di militer 39 tahun, sampai sekarang Alhamdulillah masih sehat wal afiat," ujar Sugeng lagi.
"Memang dulu sebelum jadi tentara, cita-cita saya kepingin naik tank. Akhirnya bisa terlaksana, bisa nyupir tank bukan naik tank lagi," katanya.
Sebagai mantan prajurit TNI, Sugeng pun mengingatkan kepada generasi selanjutnya untuk senantiasa menaati perintah atasan. Menurut Sugeng, tugas adalah sebuah kehormatan bagi setiap prajurit TNI. Sugeng juga memastikan, tidak ada seorang atasan pun yang akan menjerumuskan ana buahnya sendiri.
Selain itu, Sugeng juga menegaskan agar para prajurit TNI saat ini senantiasa menaati dan menjalankan tugas yang diberikan atasan dengan ikhlas dan tidak menggerutu.
"Kalau kita menuruti perintah dari atasan akhirnya ringan daripada menggerutu, itu dilaksanakan. Kalau kita menurut perintah komandan, komandan tidak jebloskan kita. Alhamdulillah sampai 39 tahun mengabdi kepada negara dan bangsa," ucap Sugeng.
"Saya menganjurkan kepada generasi muda, apa yang diperintahkan oleh atasan atau komandan, jangan menggerutu. Yang tua saja bisa apalagi yang muda," katanya.
