Cerita Raja Aibon Kogila saat Pasukan Tengkorak Kostrad TNI Masuki Basis Teroris OPM di Tanah Putih
- Yonif PR 305/Tengkorak
Tim kesehatan dengan sabar melayani Mama-mama, Bapa-Bapa dan anak-anak yang meminta diobati. Terlihat, masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Mungkin karena mereka tidak tahu harus kemana perginya atau mungkin karena tidak pernah ada Tentara yang datang, mendekat ke mereka untuk secara tulus dan gratis melayani mereka berobat.
Terlihat banget masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Mungkin karena mereka tidak tahu harus ke mana perginya atau mungkin karena tidak pernah ada tentara yang datang, mendekat ke mereka untuk secara tulus dan gratis melayani mereka berobat.
"Itu hanya mungkin. Kenyataannya, kami tidak tahu, karena kami baru beberapa minggu berada di Intan Jaya, prajurit juga baru bertemu dengan mereka, dalam kondisi ramai seperti ini di Gereja Tanah Putih," kata Raja Aibon Kogila
Baru kali pertama didatangi, cepat sekali terlihat keakraban tercipta antara masyarakat para prajurit Kostrad. Bahkan, Kepala Suku Gembala Obet Baubau dan Gembala Ananike Sondeg, Urbanus Sani tampak sangat senang. Dia tak lepas-lepasnya melayangkan senyuman sebagai bentuk rasa nyaman.
VoxPop Militer: Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak di Gereja Tanah Putih.
- Yonif PR 305/Tengkorak
Setelah beramah tamah, di hadapan para tokoh Tanah Putih, Lettu Imam dan Suryo juga menyampaikan rencana prajurit Kostrad untuk membantu masyarakat, Kepala Suku Urbanus Sani kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat. Kepala Suku menyampaikan bahwa keberadaan prajurit TNI di Intan Jaya, khususnya di Kampung Tanah Putih dalam rangka membantu dan melayani masyarakat.
"Bapak-bapak ini (Pasukan Tengkorak-red), dia mau bantu kita, tempat air, tempat WC sama lampu. Jadi, Bapak-Bapak ini, mau bantu kita. Dengan voli, dengan sepak bola, mau kasih kita. Jadi, Bapak-Bapak turun, nanti kasih kita. Nanti kita terapkan di sini, di lapangan, di Gereja Tanah Putih," kata Kepala Suku kepada masyarakat.
"Jadi, kita terima kasih, terima kasih banyak Bapak-bapak. Terima kasih banyak, Amakanie. 305, terima kasih banyak, Tuhan Memberkati." ujar Kepala Suku diikuti oleh para tokoh adat dan agama yang sedang berkumpul.
Perlu diketahui, sebelumnya lingkungan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tanah Putih kerap dijadikan sebagai basis sementara bagi anggota kelompok teroris OPM Papua untuk berkumpul.
