Raja Aibon Kogila Si Komandan Tengkorak TNI Dapat Cerita Pilu Wanita-wanita Papua Diperkosa OPM
- Yonif PR 305/Tengkorak
VoxPop Militer: Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad di Intanjaya.
- Yonif PR 305/Tengkorak
Setelah itu, Soter menyampaikan bahwa yang dibutuhkan oleh mereka adalah pekerjaan. Apapun pekerjaan yang diberikan, mereka akan mengerjakan, seperti mencari kayu bakar, membuka lahan ataupun membabat rumput. Mereka juga berharap agar dapat dilibatkan sebagai pekerja dalam perbaikan jalan, pengaspalan, perbaikan kantor.
Apapun pekerjaannya, mereka siap mengerjakannya demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka juga menyampaikan bahwa tidak mau menerima uang secara cuma-cuma, tetapi bekerja terlebih dahulu, baru menerima bayaran.
Cukup banyak keluh kesah dan cerita dari Soter dan teman-temannya. Dari sekilas cerita tentang kehidupan di kampungnya, tekanan dan ancaman dari teroris OPM, sampai pada harapan mereka akan hadirnya para pejabat pemerintah daerah di tengah-tengah mereka. Raja Aibon menyimak cerita Soter sebagai pembicara PCP dengan seksama, demi membuat keputusan berikutnya.
"Begini saja, nanti setiap minggu, Bapa-Bapa kumpul kayu. Setiap hari Jum'at, nanti anggota ambil. Bapa dapat uang. Jadi, Bapa-Bapa saya kasi kerja, setiap Jum'at Bapa-Bapa dapat uang. Bagaimana?" kata Raja Aibon melempar pertanyaan yang kemudian disetujui oleh Soter dan teman-temannya.
VoxPop Militer: Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad di Intanjaya.
- Yonif PR 305/Tengkorak
Akhirnya waktu berpisah tiba, sebelum Soter Cs pamit, Raja Aibon Kogila menyampaikan beberapa pesan kepada rombongan PCP untuk disiarkan kepada masyarakat.
"Sampaikan kepada masyarakat, tidak ada takut-takut lagi dengan kita. Kita semua teman. Juga jangan takut sama mereka. Kasih tahu saya kalau mereka ada ganggu-ganggu masyarakat. Nanti saya akan datang ke kampung-kampung. Bilang masyarakat jangan takut. Kalau ada kenal OPM yang mau kembali ke masyarakat, ajak saja ketemu Raja Aibon, atau Raja Aibon nanti yang akan datang. Aman, tidak akan diapa-apakan. Tapi harus benar-benar kembali ke masyarakat. Bisa putar kopi kita sama-sama. Daripada hidup susah, makan ubi tiap hari, bunuh babi masyarakat untuk makan, lebih baik hidup tenang, kembali dengan masyarakat," ucap Raja Aibon.
Soter dan rekan-rekannya kemudian pamit kepada Raja Aibon, Puji dan para perwira Satgas YPR 305 Tengkorak lainnya karena harus kembali ke kampung masing-masing. Sebelumnya, Soter membagikan secara adil uang yang diberikan Raja Aibon untuk membeli beras, minyak dan gula kopi kepada seluruh temannya.
