Ini Strategi Panglima TNI Yudo Margono untuk Perkuat Kedaulatan NKRI dari Serangan Lawan
- Istimewa/Viva Militer
Dari titik kerawanan tersebut, lanjut Yudo, TNI sudah melakukan diplomasi di perbatasan yang berada di darat. Namun, salah satu yang paling sulit dilakukan di perbatasan Laut Natuna.
"Tapi memang tidak mudah, perbatasan itu tidak dalam waktu satu atau dua tahun. Perbatasan di Natuna itu sudah 14 kali, dari tahun 1973 tidak selesai. Artinya tidak gampang, sehingga kita tetap melaksanakan kerja sama, diplomasi untuk antisipasi terjadinya itu (konflik)," katanya.
Meski demikian, Panglima TNI mengatakan, bahwa dirinya akan terus memperkuat diplomasi dengan negara-negara tetangga agar tidak terjadi konflik.
Selain memperkuat diplomasi, lanjut Yudo, dirinya akan mengoptimalkan kekuatan tiga matra TNI yang saat ini berada dibawah komando Kogabwilhan untuk melakukan pengamanan di wilayah perbatasan.
"Tentunya perbatasan ini perlu kita laksanakan 'deploying' kekuatan, baik patroli secara intensif, juga menjadi perhatian kita bersama. Sehingga kerawanannya dimulai dari itu. Kita tidak berharap terjadinya itu (konflik), tapi kita tetap siap antisipasi segala yang terjadi. Tentunya kekuatan darat, laut, udara, kita jaga profesionalisme tadi, kemudian alutsista selalu standby. Kita juga tidak lepas dari latihan, supaya selalu terjaga kesiapsiagaan operasionalnya," kata Panglima TNI.
