Menjelma Jadi Sinterklas, Pasukan Tengkorak Kostrad TNI Bawa 10 Babi Gendut Bikin Warga Papua Senyum
- Yonif PR 305/Tengkorak
VoxPop Militer: Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak bagikan babi Natal.
- Yonif PR 305/Tengkorak
"Saya, mewakili pimpinan kami di TNI, Bapak Jenderal Dudung, kemudian di Kostrad, Bapak Jenderal Maruli, mengucapkan selamat Natal dan tahun baru. Kami datang ke sini, selama tiga bulan, kami banyak bercerita dengan teman-teman semua. Apa yang ada di depan, yang bisa kami berikan kepada Bapak-bapak, Mama-mama semuanya, ini bukan dari kami, tapi dari Tuhan. Semua ini dari Tuhan. Kita semua manusia hanya jalan saja, Tuhan semua yang kasih. Tuhan memberikan kami hati, berjalan sampai ke Intan Jaya ini untuk ketemu bapak-bapak semua, mama-mama semua, anak-anak semua, itu sudah Tuhan yang punya rencana. Hidup kita, mati kita itu dari Tuhan semua, rejeki dari Tuhan. Sekali lagi, terima kasih telah menerima kami di sini. Tidak mungkin kami bisa hadir di sini kalau bapak-bapal semua tidak terima kami di sini. Semua karena kita semua bersaudara. Kemudian, saya punya kakak satu (Bernadus Kobogau), beliau orang Moni juga. Titip sampaikan nanti ke pejabat yang ada di atas, kita bangun Intan Jaya ini lebih bagus, agar masyarakat bisa disini lebih tenang. Terima kasih sudah menjadikan kami sebagai saudara. Syalom, Amakanie," kata Raja Aibon Kogila di hadapan masyarakat Wandoga.
Terharu masyarakat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja Aibon Kogila. Tak terkecuali Bernadus Kobogau, karena selain merupakan warga asli suku Moni, juga merupakan pejabat penting di pemerintahan Kabupaten Intan Jaya. Mulai dari tokoh Gereja, Bernadus Kobogau sebagai perwakilan pemerintah, hingga salah seorang Mama yang mewakili suara hati masyarakat, turut berbicara di hadapan Raja Aibon Kogila.
VoxPop Militer: Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak bagikan babi Natal.
- Yonif PR 305/Tengkorak
"Saya kemarin mendapat laporan dari beliau-beliau, setelah mereka tiba (Satgas Yonif PR 305) banyak yang mereka membantu di gereja, kemudian pelayanan. Kemarin saya tanggal 22, saya ketemu distribusi babi dari sini ke Galunggama, kemudian ke Holomama, juga Mamba. Sebenarnya saya merasa malu karena saya, dengan kapasitas saya sebagai perwakilan pemerintah, sesungguhnya itu yang harus dilakukan adalah pemerintah. Tetapi semua fungsi ini diambil oleh teman-teman TNI dan Polri, lebih khusus lagi dari 305. Jadi kami minta maaf sebanyak-banyaknya di hadapan masyarakat. Saya juga sudah memberikan permohonan maaf sama dua Gereja di bawah kemarin, Holomama dan Galunggama. Sesungguhnya di akhir-akhir ini, apalagi di bulan Desember, sebenarnya kita punya pemerintah sebagai fungsi pelayan itu harus dilakukan. Memberikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat, tetapi hal itu gagal semua, hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Jadi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TNI di sini, karena fungsi ganda yang dilakukan TNI," ucap Bernadus Kobogau.
