Amankan Rute Jokowi di Papua, Pasukan Bima Sakti TNI Tiba-tiba Didatangi Pria Membawa Puluhan Peluru
- Yonif 132/Bima Sakti
Tak makan waktu lama, Mayor Inf Zulfikar langsung memerintahkan Wakil Komandan Pos Skamto, Serka Astawa dan beberapa prajurit TNI untuk bergerak ke bukit tempat Jaya menghampiri Pasukan Bima Sakti TNI Angkatan Darat untuk menyerahkan munisi. Jaya pun diajak ke Pos Skamto.
Dari keterangan Jaya, benda berbahaya itu sebenarnya sudah tiga bulan lalu berada di tangannya. Cuma baru kali ini ia bertemu prajurit TNI dan ia pun tergerak untuk menyerahkan munisi tersebut.
28 butir munisi itu ditemukan Jaya di tempat yang tak terduga, yaitu di gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Keerom. Munisi ditemukan secara tak sengaja ketika Jaya membersihkan gedung itu sebelum dilakukan renovasi bangunan.
Selesai menerima barang temuan dan mendalami keterangan dari Jaya, Mayor Inf Zulfikar Rakita Dewa melaporkan kejadian tersebut ke Komandan Satgas Pamtas Yonif 132/BS, Letkol Inf Ahmad Fauzi.
Mayor Inf Zulfikar sangat mengapresiasi tindakan dan keputusan Jaya yang dengan penuh kesadaran turut membantu TNI dalam mengatasi potensi gangguan keamanan.
Dan yang terpenting, apa yang dilakukan Jaya itu, tidak lepas dari perjuangan para kesatria Bima Sakti yang selama ini gencar melakukan pembinaan teritorial di wilayah penugasan.
"Memberanikan diri dengan penuh kesadaran dan keikhlasan untuk menyerahkan barang temuan yang berbahaya merupakan dampak yang sangat positif dari pembinaan teritorial yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 132/BS khususnya Pos Skamto terhadap masyarakat sekitar, sehingga dapat menggerakkan hati dan pikiran mereka untuk melaporkan apabila terjadi hal menonjol dan mencurigakan kepada petugas demi keamanan bersama," kata Mayor Inf Zulfikar Rakita Dewa.
Perlu diketahui, sejak ditugaskan menjaga batas negara di Papua. Sudah berulang kali Satgas Pamtas Yonif 132/BS berkontribusi positif terhadap keamanan di perbatasan Papua dari berbagai permasalahan yang ada. Sebelumnya Satgas telah 13 kali berhasil menggagalkan peredaran dan penyelundupan Narkoba jenis Ganja Kering dengan kumulatif seberat 14,55 kg serta menggagalkan penyelundupan Munisi Tajam kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm oleh warga negara PNG, dan menangkap pelintas batas ilegal yang tidak dilengkapi dokumen resmi.
