Cara Marc Marquez Menghargai Gresini Racing, Tolak Coba Motor Baru Ducati
- istimewa
Enjin Desmodromic itu dapat memuntahkan tenaga 250 dk, dan kecepatan tertingginya 350 km per jam. Sistem control kelistrikan, dan asupan bahan bakarnya diatur ECU (Electronic Control Unit) yang disetting Dorna Unified Software.
Salah satu hal yang menjadi catatan Marc Marquez saat mencoba motor andalannya itu menggunakan ban Michelin 2025 ada perbedaan, dan beberapa kekurangan dari si karet bundar tersebut.
“Saya sudah mencobanya, dan hasilnya sangat berbeda. Perubahan terbesar di level ban, sangat stabil. Terutama jika late-brake, ban akan mulai bekerja dengan baik,” katanya.
Sedangkan soal kekurangannya, mantan pembalap Honda Repsol itu menyebut bahwa ban itu membuat laju motor terasa lebih berat saat putaran bawah, atau berjalan dari kondisi diam alias start.
“Tetapi ban ini pada putaran pertama saat Anda meninggalkan kotak (start). Tampaknya mereka tidak tahu cara mengendarai sepeda motor, sehingga motor menjadi sangat berat. Mereka (Michelin) harus meningkatkan fleksibilitas ban,” sambungnya.
