Penyelenggara F1 Akuisisi Saham MotoGP, Banyak Aturan Baru Bikin Balapan Gak Seru?
- Crash.net
VoxPop – Beberapa hari setelah MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, pekan kemarin, Liberty Media dan Dona Sports mengumumkan kesepakatan barunya yang selangkah lagi sudah tercapai dalam peralihan saham MotoGP.
Liberty Media akan mengakuisisi 84 persen saham MotoGP, dan Dorna Sport masih memiliki 16 persen sahamnya. Sehingga ada dua perusahaan berbeda yang mengelola ajang balap motor tersebut.
CEO Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta menyambut baik keputusan Uni Eropa dan mengatakan bahwa kedatangan Liberty Media menjadi langkah penting dalam evolusi balap motor tersebut ke depannya.
Johann Zarco di Sprint Race MotoGP Argentina
- LCR Team Honda
“Kami sangat senang bahwa Komisi Eropa telah menyetujui transaksi ini. Ini adalah tonggak penting yang menegaskan masa depan yang lebih cerah lagi. MotoGP adalah salah satu olahraga paling mendebarkan di muka bumi, dan kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan olahraga ini dan memperluas jangkauannya ke lebih banyak penggemar di seluruh dunia,” ujar Carmelo dalam keterangannya.
Setelah kepemilikan saham itu sebagian besar diambil alih oleh perusahaan yang biasa menyelenggaran Formula One, atau F1 ada sejumlah aturan baru yang akan direalisasikan secara bertahap, pada 2027.
Adapun sebelum penggantian pengelolaan tersebut, ada beberapa aturan baru yang berubah memasuki seri kelima tahun ini. Pertama soal start setelah kericuhan Marc Marquez di COTA Amerika, dan uji coba motor untuk pembalap yang cedera belajar dari kasus Jorge Martin.
Sementara di luar itu ada banyak regulasi baru yang akan diterapkan melansir dari MotoGP.com, Crash.net, dan beberapa sumber lain. Aturan baru itu dinilai sebagian pihak akan membuat balap motor tersebut menjadi kurang bergairah lagi, terutama penurunan kapasitas mesin.
1. Mesin dan tangki
Kapasitas mesin motor MotoGP akan dipangkas pada 2027, dari 1000cc menjadi 850cc. Tentu korelasinya secara tenaga menurun, namun lebih efisien bahan bakar untuk meningkatkan jarak tempuhnya dengan kondisi tangki yang menyusut.
Saat ini daya tampung tangki motor 22 liter, nanti akan menjadi 20 liter, dan 11 liter akan digunakan untuk sprint race. Artinya perkembangan teknologi, memaksa motor di ajang adu kebut itu tetap melesat kencang, tapi hemat bahan bakar.
