Benarkah Kecepatan Mempengaruhi Jarak Tempuh Mobil Listrik? Ini Faktanya!

VoxPop Otomotif: Test drive mobil listrik MG4 EV di Bandung, Jawa Barat
Sumber :
  • Dok: MG Motor Indonesia

VoxPop – Seiring meningkatnya minat terhadap mobil listrik (EV) di Indonesia dan dunia, berbagai pertanyaan mulai bermunculan seputar efisiensi kendaraan ramah lingkungan ini.

img_title Sebelum Beli Mobil Listrik, Wajib Coba Mobil yang Satu Ini di GIIAS 2026

Fenomena ini bukan mitos, melainkan fakta ilmiah yang telah dibuktikan melalui berbagai pengujian oleh produsen mobil listrik dan lembaga riset otomotif. Mari kita bahas lebih dalam berdasarkan data dan penjelasan teknis hingga 2025.

Baterai UABS produksi Indonesia untuk mobil listrik MG

Photo :
  • VoxPop/Krisna Wicaksono
img_title Terpopuler: Deretan Motor Royal Enfield, Harga Mobil Listrik GAC Turun, hingga Jurus VinFast Bikin Tenang

Dikutip VoxPop Otomotif dari Slashgear, Rabu 6 Agustus 2025, banyak pemilik mobil listrik bertanya-tanya: apakah semakin cepat saya berkendara, jarak tempuhnya semakin pendek? Jawabannya: iya sekali dan bukan hanya sedikit.

Energi yang Dibutuhkan Makin Besar di Kecepatan Tinggi

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Semakin tinggi kecepatan sebuah EV, semakin besar energi yang dipakai untuk melawannya. Ini karena gaya hambat udara (aerodynamic drag) meningkat seiring kecepatan², sehingga daya yang dibutuhkan terus bertambah di kecepatan tinggi. Misalnya, Lucid Air dan Kia EV9 menunjukkan penurunan drastis dalam estimasi jarak tempuh saat dipacu lebih cepat.

Seberapa Besar Penurunan Jarak Tempuh?

Di kecepatan sekitar 35 mph (~56 km/jam), Lucid Air bisa menempuh hingga 485 mil (sekitar 780 km) menurut estimasi pabrikan.

Saat kecepatan dinaikkan ke 55 mph (~88 km/jam), angka estimasi turun menjadi 378 mil, kehilangan lebih dari 100 mil jarak SlashGear.

Jika dipacu pada 75 mph (~120 km/jam), estimasi tinggal sekitar 291 mil.

Di 95 mph (~153 km/jam), jarak tempuhnya hanya tersisa sekitar 221 mil atau kurang dari setengah estimasi awal. Efek serupa bahkan lebih dramatis pada SUV seperti Kia EV9.

Faktor Kecepatan vs Suhu Eksternal

Kecepatan memiliki pengaruh jauh lebih besar pada efisiensi EV dibandingkan suhu luar ruangan. Pada kecepatan tinggi, gaya drag mendominasi kehilangan energi, sementara suhu hanya memberikan dampak signifikan pada kecepatan rendah atau di perkotaan.

Rekomendasi Praktis untuk Memaksimalkan Jarak Tempuh

Ilustrasi SPKLU mobil listrik

Photo :
  • Socomec

Kendaraan stabil di kecepatan sedang (55–60 mph / 90–95 km/jam) memberikan efisiensi terbaik, terutama di jalan bebas hambatan.

Hindari tarikan gas mendadak dan pengereman keras berkendaralah halus dan gunakan regenerative braking untuk mengembalikan energi ke baterai sebanyak mungkin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut