Poin Lemah Marc Marquez Terbongkar, Akhiri Kemenangan Beruntun 15 Balapan MotoGP

Marc Marquez pimpin balapan, disusul oleh Alex Marquez
Sumber :
  • Crash.net

VoxPop – Rentetan 15 kemenangan beruntun Marc Marquez di MotoGP akhirnya berhenti di Sirkuit Catalunya. Yang membuat cerita semakin dramatis, sang penghenti bukanlah pembalap lain, melainkan adiknya sendiri, Alex Marquez.

img_title ITDC: Perputaran Ekonomi Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Diprediksi Lampaui Rp 4,9 Triliun

Dalam wawancara seusai balapan, Marc mengakui bahwa kelemahannya di tikungan kanan menjadi kunci kemenangan Alex, dan ia merasa tidak mampu menyaingi kecepatan yang ditunjukkan sepanjang balapan.

Alex Marquez

Photo :
  • istimewa
img_title Regulasi Pakai Satu Motor Terancam Batal, KTM jadi Penghalang Utama?

Alex Lebih Kuat di Tikungan Kanan

Marc menjelaskan bahwa sejak sesi latihan, ia sudah menyadari perbedaan signifikan di antara keduanya. Alex sangat dominan di tikungan kanan, terutama di Tikungan 3, 9, 13, dan 14. Di area tersebut, motor Alex terlihat stabil, sementara Marc harus berjuang keras menjaga kendali.

img_title Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marcuez Menggila di Sachsenring

Hal ini bukan disebabkan oleh perbedaan mesin, melainkan gaya balap yang membuat Marc kesulitan mengimbangi.

Sebaliknya, Marc hanya unggul di tikungan kiri. Namun jumlah tikungan kiri di Catalunya sangat sedikit, hanya sekitar tiga, sehingga ia tidak punya banyak ruang untuk menutup jarak.

“Dia mengendarai dengan cara yang sangat baik. Halus. Sepedanya tidak bergerak. Saya berada di belakangnya, kecepatan yang sama, tetapi melawan sepeda,” kata Marc Marquez dikutip VoxPop dari Crash Selasa, 9 September 2025, mengakui secara terbuka keunggulan sang adik.

Prediksi yang Jadi Kenyataan

Sejak hari Kamis sebelum balapan, Marc sudah memperkirakan bahwa Alex akan menjadi lawan berat. Catalunya sendiri bukan sirkuit favoritnya, sedangkan Alex punya sejarah bagus di sini. Ia pernah menang di kelas Moto3 dan Moto2, sehingga rasa percaya dirinya lebih tinggi.

Saat Alex mengambil alih pimpinan, Marc sempat mencoba bertahan, namun tekanan semakin berat. Kesalahan kecil di Tikungan 7 dan 10 membuatnya kehilangan kesempatan terakhir untuk menyerang balik. Pada akhirnya, Marc memilih untuk tidak mengambil risiko besar dan membiarkan Alex meraih kemenangan penuh.

Strategi yang Lebih Dewasa

Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Alex Marquez

Photo :
  • Crash.net

Kekalahan ini sekaligus menunda peluang Marc untuk segera mengunci gelar dunia ketujuhnya. Namun ia menegaskan bahwa inilah saatnya menggunakan pendekatan yang lebih dewasa. Baginya, mengejar kemenangan dengan cara memaksakan diri justru bisa berakibat fatal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut