Cara Bikin Kwitansi Jual Beli Mobil yang Benar dan Sah

Ilustrasi STNK dan BPKB
Sumber :
  • Arianti Widya

Jakarta, VoxPop – Dalam setiap transaksi jual beli mobil, baik baru maupun bekas, dokumen menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan prosesnya berjalan aman dan legal. Selain BPKB dan STNK, ada satu dokumen yang sering dianggap sepele, padahal fungsinya sangat vital, yaitu kwitansi jual beli mobil.

img_title Jangan Sepelekan Bunyi Aneh di Mobil, Bisa Berujung Mogok Saat Liburan

Kwitansi adalah bukti tertulis bahwa telah terjadi pembayaran antara penjual dan pembeli. Dokumen ini bukan sekadar formalitas, tetapi bisa menjadi alat bukti hukum yang sah apabila suatu saat muncul sengketa mengenai kepemilikan atau pembayaran kendaraan.

Tanpa kwitansi, dikutip VoxPop Otomotif dari Astra Credit Companies Senin 20 Oktober 2025, transaksi bisa dianggap tidak lengkap, bahkan berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

img_title Cara Memilih Ukuran Helm Motor dengan Dua Jari, Cuma Butuh Beberapa Detik

Kwitansi jual beli mobil diberikan kepada pembeli sebagai bukti bahwa pembayaran telah dilakukan sesuai kesepakatan. Pembeli wajib menyimpannya dengan baik karena dokumen ini akan dibutuhkan saat proses balik nama kendaraan di Samsat atau jika ada perbedaan data administrasi.

Sementara itu, penjual biasanya menyimpan salinan atau fotokopinya untuk arsip pribadi, sebagai catatan bahwa kendaraan telah berpindah tangan.

img_title Jangan Panik Kalau Setir Mobil Tiba-tiba Terkunci, Ternyata Penyebabnya karena Ini

Agar sah secara hukum, kwitansi jual beli mobil harus ditandatangani oleh penjual dan pembeli. Tanda tangan kedua pihak menunjukkan bahwa mereka telah sepakat dengan isi dan nilai transaksi. Di bagian tanda tangan penjual biasanya ditempel materai Rp10.000 sebagai penguat legalitas dokumen.

Kwitansi tanpa materai memang tetap sah, namun dengan adanya materai, kekuatan hukumnya menjadi lebih kuat bila suatu saat digunakan sebagai bukti di pengadilan.

Kwitansi yang sah sebaiknya memuat informasi penting seperti nomor kwitansi, identitas lengkap penjual dan pembeli sesuai KTP, serta data kendaraan yang dijual, mulai dari merek, tipe, tahun pembuatan, warna, hingga nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin.

Semua informasi ini penting untuk memastikan objek jual beli benar-benar sesuai dengan kendaraan yang dimaksud. Selain itu, nominal pembayaran wajib ditulis jelas dalam angka dan huruf untuk menghindari kesalahpahaman.

Jangan lupa mencantumkan tujuan transaksi, apakah untuk pembayaran penuh atau pelunasan, serta tempat dan tanggal transaksi dilakukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut