Fabio Di Giannantonio: Ducati Sudah Nggak Bisa Tidur Nyenyak

Pembalap VR46 Racing Team, Fabio di Giannantonio
Sumber :
  • Crash.net

VoxPop Otomotif- Pembalap tim VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, menilai keunggulan Ducati di ajang MotoGP mulai tergerus. Menurutnya, para pesaing utama seperti Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha kini semakin mendekati level performa pabrikan asal Italia itu.

img_title ITDC: Perputaran Ekonomi Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Diprediksi Lampaui Rp 4,9 Triliun

“Para kompetitor kami bekerja dengan sangat baik. Setiap pabrikan kini mulai menutup jarak dengan Ducati,” ujar Di Giannantonio, dikutip VoxPop Otomotif dari Crash.net, Jumat 24 Oktoberfest 2025.

Sepanjang musim 2025, Ducati tampil dominan dengan mencatat 16 kemenangan Grand Prix serta menyapu bersih tiga gelar juara dunia, pembalap, tim, dan konstruktor. Tambahan kekuatan datang dari kehadiran Marc Marquez, yang berkontribusi pada 11 kemenangan dan berhasil meraih gelar juara dunia kesembilan sepanjang kariernya.

img_title Regulasi Pakai Satu Motor Terancam Batal, KTM jadi Penghalang Utama?

Namun, dominasi tersebut mulai mendapat tekanan serius. Aprilia menjadi pabrikan non-Ducati yang paling menonjol berkat penampilan Marco Bezzecchi. Pembalap asal Rimini itu berhasil meraih satu kemenangan utama, dua kemenangan sprint, dan tujuh podium sepanjang musim, menempatkannya di posisi ketiga klasemen sementara.

Di sisi lain, KTM juga menunjukkan kemajuan signifikan lewat penampilan impresif Pedro Acosta. Meski belum meraih kemenangan di kelas utama, rookie asal Spanyol itu sudah beberapa kali naik podium dan menjadi ancaman nyata bagi tim-tim papan atas.

img_title Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marcuez Menggila di Sachsenring

Pabrikan Jepang pun mulai memperlihatkan tanda kebangkitan. Honda sukses meraih kemenangan bersejarah melalui Johann Zarco di Le Mans, sementara Joan Mir mempersembahkan podium pertamanya bersama tim pabrikan di Motegi. Adapun Yamaha tampil kompetitif di sesi kualifikasi, dengan Fabio Quartararo mengoleksi lima pole position sepanjang musim.

“Kami tahu sebelumnya Ducati memiliki jarak cukup jauh dari pabrikan lain, tetapi kini Aprilia semakin dekat — bahkan mungkin sudah di depan kami di beberapa sirkuit. Honda juga makin kompetitif, dan Yamaha menunjukkan peningkatan yang luar biasa,” kata dia.

Meski mengakui persaingan semakin ketat, pembalap asal Roma itu menegaskan Ducati tidak boleh terlena dengan kesuksesan musim ini. Menurutnya, tim harus terus melakukan pengembangan agar tetap unggul hingga perubahan regulasi berikutnya.

“Kami harus tetap bekerja keras. Hasil tahun ini bisa saja lebih baik, tapi itu bagian dari dunia balap,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut