TransJakarta Uji Coba Mobil Listrik Wuling

Wuling Mitra EV diuji coba TransJakarta
Sumber :
  • Wuling Motors

Jakarta, VoxPop – TransJakarta kembali menambah mitra dalam program elektrifikasi armada. Kali ini, giliran Wuling Motors yang ikut masuk ke ranah angkutan umum rendah emisi lewat uji coba Mitra EV. Agenda ini diformalkan lewat penandatanganan nota kesepahaman di Gedung TransJakarta, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

img_title Gagal Nyalip, Pemotor Terlindas Bus Transjakarta di Jaksel

Lewat MoU ini, kedua institusi menyepakati mekanisme uji lapangan untuk unit komersial listrik terbaru Wuling. Model tersebut lebih dulu diperkenalkan sebagai kendaraan niaga, namun kini diuji untuk fungsi transportasi publik di rute bergaya mikrotrans.

Program ini bukan inisiatif yang berdiri sendiri. TransJakarta sudah mengumumkan arah besar elektrifikasi sejak tahun lalu—targetnya mencapai total 6.000 unit armada listrik (3.000 unit baru dan 3.000 unit pengganti) dilakukan bertahap hingga beberapa tahun ke depan.

img_title Viral! Pria Diduga Lecehkan Penumpang Wanita di Transjakarta, Dapat Sanksi Blacklist

Langkah menyandingkan brand otomotif dengan operator publik menjadi bagian logis dari percepatan implementasi.

Dari sisi pabrikan, Wuling menyebut kolaborasi ini bukan hanya sekadar demonstrasi produk, namun bagian dari strategi integrasi ekosistem baterai–stasiun pengisian–operasional harian. Wuling menilai segmen komersial kota adalah katalis paling cepat untuk membuktikan efisiensi teknologi listrik.

img_title Simak! Ini Rekayasa Rute Koridor 13 Transjakarta Imbas JPO Tendean Ditabrak Truk

“Mitra EV kami hadirkan sebagai bentuk komitmen Wuling dalam mendukung transportasi publik yang lebih hijau sekaligus efisien. Kami optimis kendaraan niaga listrik ini mampu menjawab kebutuhan operasional TransJakarta,” ujar Kharismawan Awangga, Sales Operation Director Wuling Motors, dikutip VoxPop Otomotif dari keterangan resmi, Senin 3 November 2025.

Mitra EV sendiri dirancang serbaguna. Rancang-bangun kabin luas, akses keluar–masuk rendah, layout kursi fleksibel, ditambah AC double blower, menempatkannya di kelas niaga ringan yang juga potensial dipakai shuttle berskala kota.

Fitur pengisian cepat jadi poin pembeda di beban operasional, karena orientasi bisnis harian biasanya sensitif terhadap jam menganggur armada.

TransJakarta menyatakan manfaat awal dari kerja sama ini bukan hanya menambah opsi, namun memperluas pengetahuan empiris sebelum investasi besar di skala ribuan armada.

“Uji coba ini akan berjalan 1 bulan kedepan, oleh karena itu penandatanganan MOU ini menjadi sangat penting, karena didalamnya terdapat klausul klausul yang sangat krusial,” terang Daud Joseph, Direktur Operasional dan Keselamatan TransJakarta.

Penumpang bersiap menaiki bus TransJakarta rute ke Bandara Soekarno-Hatta.

Tarif Transjakarta Rute Blok M-Bandara Soetta Naik Jadi Rp 15 Ribu, Berlaku Mulai 1 September

Tarif Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta atau Soetta (sebelumnya disebut SH2) menjadi Rp15 ribu dari semula Rp3.500 untuk setiap perjalanan.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut