Mobil Listrik Diserbu Pembeli Menjelang Pergantian Tahun

Pabrik produksi mobil listrik BYD di Changzhou
Sumber :
  • Doc. BYD Motor Indonesia

Beijing, VoxPop – Menjelang akhir tahun 2025, pasar mobil listrik di Tiongkok tengah mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa. Gelombang pembelian ini dipicu oleh perubahan besar dalam kebijakan pajak kendaraan energi baru (NEV) yang akan berlaku mulai 1 Januari 2026.

img_title Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Selama ini, kendaraan listrik di Tiongkok menikmati pembebasan pajak pembelian hingga 30.000 yuan (sekitar Rp70 juta).

Namun, mulai tahun depan, kebijakan ini akan berubah: pembebasan pajak hanya akan diberikan sebesar 50 persen, dengan nilai maksimum potongan menjadi 15.000 yuan (sekitar Rp35 juta).

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Perubahan ini tak sekadar penyesuaian fiskal, tetapi juga strategi industri. Asosiasi Diler Mobil Tiongkok menjelaskan bahwa pemerintah sengaja memperketat kriteria kendaraan yang berhak mendapatkan insentif guna mengarahkan pasar ke arah kompetisi berbasis kualitas dan nilai, bukan semata-mata harga.

Misalnya, sejak Oktober 2025, mobil hibrida plug-in dan mobil berteknologi range extender harus memiliki jarak tempuh listrik murni minimal 100 kilometer agar dapat memenuhi syarat untuk pembebasan pajak.

img_title Terpopuler: Deretan Motor Royal Enfield, Harga Mobil Listrik GAC Turun, hingga Jurus VinFast Bikin Tenang

Disadur VoxPop Otomotif dari Carnewschina, Rabu 12 November 2025, kebijakan ini menciptakan efek ganda di pasar: di satu sisi terjadi ledakan penjualan menjelang akhir 2025 karena konsumen ingin segera membeli kendaraan sebelum kebijakan baru berlaku.

Beberapa diler melaporkan lonjakan pesanan hingga 60 persen dibandingkan rata-rata bulanan. Namun di sisi lain, para analis memperkirakan penurunan tajam pada awal 2026, saat insentif pajak berkurang dan konsumen menahan pembelian.

Untuk meredam kekhawatiran konsumen, sejumlah produsen mobil meluncurkan program “jaminan selisih pajak”. Program ini menanggung selisih insentif bagi pembeli yang sudah memesan sebelum akhir November 2025, tetapi menerima pengiriman kendaraan pada 2026.

Sejak 2014, kebijakan pembebasan pajak telah menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik di Tiongkok. Dengan tingkat penetrasi yang kini telah melampaui 45 persen dari total penjualan mobil baru, pemerintah tampak siap memasuki fase baru: memperkuat keberlanjutan industri, meningkatkan kualitas, serta mengurangi ketergantungan pada subsidi.

Tes drive Wuling Aira ev di GIIAS 2026

Sebelum Beli Mobil Listrik, Wajib Coba Mobil yang Satu Ini di GIIAS 2026

Pengunjung GIIAS 2026 dapat mencoba langsung mobil listrik dan hybrid terbaru, termasuk Aira EV, melalui program test drive di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut