Jetour Tak Mau Ikut-ikutan Perang Harga Mobil di RI

Jetour T2
Sumber :
  • VoxPop/Krisna Wicaksono

Tangerang Selatan, VoxPop – Fenomena perang harga mobil di Indonesia semakin terasa sepanjang 2024 hingga 2025, terutama di segmen SUV dan kendaraan elektrifikasi. Banyak merek menurunkan harga untuk mengejar penjualan, sehingga persaingan semakin ketat.

img_title Fitur Ini Bikin Pengguna Jetour T2 i-DM Enggak Waswas saat Terjang Banjir

Kondisi ini memaksa produsen menentukan strategi agar tidak terjebak dalam persaingan yang bisa menekan keberlanjutan bisnis. Di tengah dinamika tersebut, Jetour menegaskan tidak akan mengikuti praktik perang harga yang sedang marak.

Vice President PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling, mengatakan perusahaan memiliki visi berbeda dalam menetapkan strategi penjualan. “Kami selalu menekankan bahwa Jetour tidak terlibat dalam perang harga,” ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif di ICE BSD City, Tangerang, Jumat sore 28 November 2025.

img_title Jetour Bikin Kejutan di GIIAS 2026, Luncurkan T2 i-DM

Caroline menjelaskan bahwa fokus utama Jetour adalah menghadirkan produk yang paling sesuai kebutuhan konsumen Indonesia. Ia menekankan bahwa harga untuk model PHEV merupakan harga indikatif dan bukan strategi banting harga.

Vice President PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling (tengah)

Photo :
  • VoxPop/Krisna Wicaksono
img_title Sebelum ke GIIAS 2026, Cek Dulu Harga 5 Mobil Listrik China Termurah

“Kami ingin membawa model terbaik yang paling cocok dan memberikan manfaat bagi konsumen di Indonesia,” katanya. Caroline menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin mengorbankan kualitas demi kompetisi harga.

Ia juga menyoroti keputusan Jetour saat meluncurkan T2 bermesin ICE, yang dipasarkan dengan harga terendah secara global. “Ini adalah harga spesial karena kami datang untuk Indonesia, sehingga harga di sini menjadi yang paling rendah di seluruh dunia,” tuturnya.

Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia, Moch. Ranggy Radiansyah, mengatakan bahwa Jetour mengedepankan diferensiasi produk. Ia menilai perang harga memang menunjukkan pasar bergerak positif, tetapi bukan strategi yang ingin mereka tempuh.

“Kami memutuskan untuk tidak masuk perang harga dan tetap menawarkan produk yang sepadan nilainya,” jelasnya. Menurutnya, konsistensi kualitas dan layanan menjadi kunci agar Jetour dapat bersaing tanpa harus menurunkan harga secara agresif.

Ranggy juga menyebut bahwa Jetour memberikan penawaran terbaik untuk Indonesia dengan harga lebih rendah dibandingkan negara lain. Ia mencontohkan harga Jetour di Meksiko bisa mencapai Rp600 jutaan, sedangkan Malaysia menawarkan harga indikatif di atas Rp700 juta.

Penyesuaian harga ini disebut sebagai bentuk apresiasi Jetour kepada konsumen Indonesia. Menurut Ranggy, langkah tersebut tetap selaras dengan prinsip Jetour yang tidak ingin masuk ke perang harga.

Jetour T2 i-DM di GIIAS 2026

Jetour Genjot Ekspansi Showroom di Indonesia

Saat ini, Jetour telah mengoperasikan 24 showroom di berbagai daerah di Indonesia. Hingga akhir 2026, jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 40 showroom.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut