Pabrikan Bakal Dipaksa Bikin Mobil Listrik Super Irit

Ilustrasi Mobil Listrik
Sumber :
  • freepik.com/frimufilms

China, VoxPop – Produsen mobil listrik di China bakal menghadapi tantangan baru. Pemerintah setempat menyiapkan aturan efisiensi energi yang jauh lebih ketat dan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

img_title Terpopuler: Deretan Motor Royal Enfield, Harga Mobil Listrik GAC Turun, hingga Jurus VinFast Bikin Tenang

Regulasi ini disebut sebagai standar konsumsi energi mobil listrik pertama yang sifatnya wajib di dunia.

Jika selama ini regulasi otomotif banyak fokus pada efisiensi BBM untuk kendaraan bermesin bensin atau diesel, kini fokusnya bergeser.

img_title Chery Q Dijual Mulai Rp 239,9 Juta Tapi Belinya Gak Bisa Sembarangan

Pemerintah China ingin memastikan mobil listrik tidak hanya sekadar punya baterai besar dan jarak tempuh panjang, tapi juga benar-benar efisien dalam penggunaan energi.

Seperti dilansir VoxPop Otomotif dari Carscoops, Sabtu 3 Januari 2025, dalam aturan terbaru ini, batas konsumsi energi akan disesuaikan dengan bobot kendaraan.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Sebagai gambaran, mobil listrik penumpang dengan berat sekitar dua ton harus mampu mencatat konsumsi maksimal 15,1 kWh per 100 km. Angka ini tergolong ketat dan setara dengan konsumsi mobil listrik populer seperti Tesla Model 3 di penggunaan harian normal.

Media lokal menyebut aturan baru ini sekitar 11 persen lebih ketat dibanding standar rekomendasi sebelumnya. Pemerintah China memperkirakan, dengan regulasi tersebut, rata-rata jarak tempuh mobil listrik bisa meningkat sekitar 7 persen tanpa harus menambah kapasitas baterai.

Ini penting karena pemerintah tak ingin pabrikan hanya menambah ukuran baterai untuk mengejar jarak tempuh lebih jauh.

Produsen dipaksa meningkatkan efisiensi lewat desain aerodinamika yang lebih baik, sistem motor listrik yang lebih hemat daya, serta pengelolaan energi yang lebih pintar.

Pembahasan aturan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak pertengahan 2025. Selain efisiensi, pemerintah China juga mengaitkannya dengan kebijakan daur ulang baterai agar ekosistem kendaraan listrik semakin berkelanjutan.

Sejauh ini, sejumlah model dari merek besar seperti BYD dan Geely disebut sudah memenuhi standar baru tersebut. Namun, model yang belum sesuai aturan bisa saja harus diperbarui teknologinya, atau bahkan ditarik sementara dari pasar sampai memenuhi ketentuan.

Dengan kebijakan ini, kompetisi mobil listrik di China dipastikan makin ketat. Produsen dituntut tidak hanya cepat meluncurkan produk baru, tetapi juga memastikan teknologi yang dibawa efisien dan sesuai regulasi. 

Bendera China.

3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

China menyoroti tiga tantangan utama tata kelola iklim global, yaitu rivalitas geopolitik, kekosongan kepemimpinan dan beban ganda yang dihadapi negara berkembang

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut