Ada Masalah untuk Kendaraan Listrik di China
- Electrek
China, VoxPop – Pertumbuhan pesat kendaraan listrik (EV) di China membawa tantangan baru yang serius: limbah baterai bekas yang menumpuk dan praktik daur ulang ilegal.
Meskipun EV menjadi solusi ramah lingkungan, pengelolaan baterai yang sudah tidak layak pakai kini menjadi masalah lingkungan dan hukum yang perlu segera diatasi.
Changan Oshan 520 EV, mobil listrik pertama dengan baterai swap
- Carnewschina
Pertumbuhan Kendaraan Listrik & Timbunan Baterai Bekas
China adalah pasar EV terbesar di dunia. Pada akhir 2025, sekitar 60 persen penjualan mobil baru di China adalah kendaraan listrik. Pertumbuhan ini memicu peningkatan jumlah baterai yang mencapai akhir masa pakainya, karena baterai EV memiliki umur tertentu sebelum performanya menurun.
Diperkirakan jutaan ton baterai EV akan pensiun dalam beberapa tahun ke depan. Tanpa sistem daur ulang yang memadai, baterai bekas ini berisiko menimbulkan dampak lingkungan serius dan menjadi peluang bagi praktik ilegal.
Masalah Daur Ulang dan Praktik Ilegal
Idealnya, baterai EV yang sudah habis masa pakai harus diproses melalui fasilitas daur ulang resmi. Di sini, logam berharga seperti lithium, kobalt, dan nikel diekstraksi untuk digunakan kembali, mengurangi limbah dan kerusakan lingkungan.
Namun kenyataannya, kapasitas fasilitas resmi belum mampu menangani volume baterai yang terus meningkat. Banyak baterai akhirnya diproses di tempat tidak resmi, yang beroperasi di luar pengawasan pemerintah.
Beberapa pihak membeli baterai bekas untuk dimodifikasi atau dijual kembali tanpa standar keselamatan yang benar, sementara baterai yang rusak sering dibuang sembarangan, menimbulkan risiko pencemaran tanah, air, serta potensi kebakaran dan ledakan.
Praktik ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga membuka celah bagi kejahatan dan perdagangan ilegal, karena sulit melacak asal-usul dan keamanan baterai bekas yang dijual kembali.
Upaya Pemerintah China
Pemerintah China telah menetapkan standar nasional untuk daur ulang baterai EV dan daftar perusahaan resmi yang beroperasi sesuai aturan. Meski demikian, jumlah fasilitas resmi masih jauh dari cukup untuk menampung semua baterai yang sudah pensiun.
Para ahli menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat, regulasi yang lebih jelas, dan investasi fasilitas ramah lingkungan agar baterai EV tidak menjadi ancaman baru bagi lingkungan.
