Industri Mobil Indonesia Tahun 2025 dalam Angka

Pameran GIIAS 2025
Sumber :
  • VoxPop/Krisna Wicaksono

Jakarta, VoxPop – Industri mobil Indonesia sepanjang 2025 bergerak dalam ritme yang lebih realistis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Data penjualan, produksi, ekspor, dan impor menunjukkan pasar tidak sepenuhnya pulih, tetapi tetap berjalan.

img_title Di Depan Delegasi IRI, Cak Udin Tegaskan Regenerasi Politik PKB Bukan Sekadar Slogan

Dari data Gaikindo yang dilihat VoxPop Otomotif Rabu 14 Januari 2026, dari sisi wholesales atau pabrik ke diler, distribusi mobil dari pabrikan ke diler sepanjang 2025 tercatat sebanyak 803.691 unit. Angka ini turun dibanding tahun sebelumnya, menandakan penyesuaian pasokan terhadap kondisi pasar.

Toyota masih menjadi merek dengan kontribusi wholesales terbesar. Sepanjang 2025, merek ini mencatatkan distribusi 251.954 unit, atau sekitar sepertiga dari total pasar.

img_title Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Daihatsu menyusul dengan wholesales 130.677 unit. Penjualannya banyak ditopang segmen mobil kompak dan kendaraan niaga ringan. Mitsubishi Motors membukukan wholesales 97.016 unit sepanjang tahun. SUV dan kendaraan niaga tetap menjadi penopang utama volumenya.

Pada sisi retail sales, penjualan langsung ke konsumen juga berada di level yang sejalan dengan wholesales. Total penjualan ritel nasional sepanjang 2025 tercatat sekitar 805 ribu unit. Pola penjualan ritel menunjukkan fluktuasi bulanan yang cukup tajam. Penjualan cenderung menguat di paruh kedua tahun, terutama menjelang Desember.

img_title Prediksi Timnas Indonesia Vs Vietnam di Piala AFF 2026, Saatnya Garuda Akhiri Dominasi Golden Star Warriors

Produksi kendaraan di dalam negeri sepanjang 2025 tercatat sekitar 1,18 juta unit. Angka ini menunjukkan pabrikan masih menjaga kapasitas produksi meski pasar domestik melambat. Produksi terbesar masih datang dari merek-merek yang memiliki basis ekspor kuat. Penyesuaian produksi dilakukan untuk menghindari penumpukan stok di diler.

Di sektor ekspor, performa justru menunjukkan tren positif. Ekspor mobil CBU sepanjang 2025 mencapai 518.212 unit, tumbuh sekitar 9,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Toyota menjadi eksportir terbesar dengan volume 175.446 unit. Kontribusinya setara hampir 34 persen dari total ekspor CBU nasional. Daihatsu dan Mitsubishi Motors juga mencatatkan ekspor signifikan. Masing-masing mengirim 124.848 unit dan 105.079 unit ke pasar global.

Ekspor kendaraan dalam bentuk CKD turut mengalami kenaikan. Sepanjang 2025, ekspor CKD tercatat 63.263 set, tumbuh lebih dari 36 persen secara tahunan. Berbeda dengan CBU dan CKD, ekspor komponen justru mengalami penurunan. Total ekspor komponen sepanjang 2025 tercatat sekitar 141,9 juta unit, turun lebih dari 7 persen.

Dari sisi impor, jumlah kendaraan yang masuk ke Indonesia relatif terkendali. Impor mobil penumpang sepanjang 2025 berada di kisaran 85 ribu unit. Impor didominasi oleh mobil listrik dan model premium. Volumenya kecil, tetapi menunjukkan perubahan preferensi konsumen.

Booth Wuling di IIMS 2025

Terpopuler: Industri Mobil Mulai Siaga, Pilih Palisade atau Staria, Pelat Nomor Jadi Sorotan

Tiga artikel terpopuler VoxPop Otomotif: dampak penguatan dolar AS bagi industri mobil, Hyundai Palisade atau Staria, dan risiko pelat nomor modifikasi.

img_title
VoxPop.co.id
7 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut