Bos BYD Ungkap Posisi Indonesia di Peta Investasi Global

Sirkuit BYD
Sumber :
  • VoxPop/Yunisa Herawati

China, VoxPop – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pasar penjualan kendaraan listrik bagi BYD. Pabrikan asal China ini menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu lokasi investasi manufaktur terbesar BYD di luar China, sekaligus pasar prioritas di kawasan Asia-Pasifik.

img_title Sebelum Beli Mobil Listrik, Wajib Coba Mobil yang Satu Ini di GIIAS 2026

Hal tersebut disampaikan Liu Xueliang, General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, terkait posisi strategis Indonesia bagi BYD.

“Indonesia adalah salah satu investasi manufaktur overseas terbesar BYD. Dalam dua tahun terakhir, kami sudah menyaksikan langsung perkembangan pasar Indonesia, baik dari sisi populasi, permintaan, maupun ruang pertumbuhannya yang masih sangat besar,” ujar Liu di Zhengzhou, China, Kamis 15 Januari 2026.

img_title Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Keseriusan BYD di Indonesia diwujudkan melalui pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat. Menurut Liu, keputusan investasi ini bukan sekadar ekspansi jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka panjang BYD di luar China.

“Karena kami sudah melihat perkembangan BYD di Indonesia dalam dua tahun terakhir, kami menempatkan Indonesia sebagai prioritas untuk investasi lanjutan,” kata dia.

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Namun, Liu menegaskan bahwa BYD tidak ingin terlalu banyak mengumbar janji terkait komitmen investasi. Menurutnya, pendekatan perusahaan lebih menekankan pembuktian melalui tindakan nyata.

“Kami tidak ingin berbicara terlalu banyak soal komitmen. Kami ingin menunjukkan pentingnya Indonesia bagi BYD melalui aksi nyata, lewat teknologi, produk, dan pengembangan ekosistem,” tutur dia.

Ia menyebut hubungan BYD dan Indonesia sebagai hubungan dua arah. Bukan hanya Indonesia yang dipilih BYD sebagai pasar dan basis produksi, tetapi BYD juga ingin menjadi bagian dari pertumbuhan industri otomotif nasional.

“Kami melihat hubungan BYD dan Indonesia sebagai two-way choice. Bukan hanya BYD memilih Indonesia, tetapi kami ingin tumbuh bersama Indonesia,” tambahnya.

Ke depan, pabrik BYD di Subang tidak hanya akan memproduksi satu model kendaraan. Liu memastikan bahwa fasilitas tersebut akan merakit lebih dari satu model, meski detail produknya masih dalam tahap evaluasi internal.

Selain investasi manufaktur, BYD juga menaruh perhatian besar pada kebutuhan pasar domestik. Setelah respons positif terhadap model yang sudah diperkenalkan, BYD berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik yang lebih terjangkau.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut