Mobil SUV Ini Terancam Disuntik Mati

Honda CR-V e:FCEV Hidrogen
Sumber :
  • Honda

Jakarta, VoxPop – Masa depan Honda CR-V e:FCEV, varian SUV berbasis fuel cell hidrogen, kini berada di ujung tanduk. Model yang sempat digadang-gadang sebagai simbol masa depan kendaraan ramah lingkungan itu disebut tengah “hidup di waktu yang dipinjam” seiring dihentikannya produksi sistem fuel cell yang menjadi jantung utama kendaraan tersebut.

img_title Bukan Hybrid Konvensional, Ini Cara Kerja Teknologi REEV di iCAR V27

All New Honda CR-V

Photo :
  • Honda

Keputusan strategis Honda dan General Motors (GM) untuk mengakhiri kerja sama produksi fuel cell berdampak langsung pada kelangsungan CR-V e:FCEV, yang sejak awal memang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas.

img_title 5 Tanda Filter Kabin Mobil Sudah Harus Diganti

Akar Masalah: Produksi Fuel Cell Dihentikan

Honda CR-V e:FCEV menggunakan sistem fuel cell hasil kerja sama Honda dan GM melalui perusahaan patungan Fuel Cell System Manufacturing (FCSM) di Michigan, Amerika Serikat. Namun, kedua perusahaan sepakat untuk menghentikan produksi sistem fuel cell di fasilitas tersebut sebelum akhir 2026.

img_title Mobil Elektrifikasi Toyota Bakal Makin "Indonesia"

Dengan dihentikannya pasokan komponen utama ini, keberlanjutan produksi CR-V e:FCEV menjadi semakin tidak realistis. Tanpa sistem fuel cell, Honda praktis tidak memiliki fondasi teknis untuk melanjutkan model tersebut dalam waktu dekat.

Apa Itu Honda CR-V e:FCEV?

CR-V e:FCEV merupakan versi khusus Honda CR-V yang menggabungkan:

- Sel bahan bakar hidrogen

- Motor listrik

- Baterai lithium-ion 17,7 kWh

Kombinasi ini menghasilkan tenaga sekitar 174 dk dengan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer berdasarkan standar pengujian EPA. Keunggulan utama kendaraan ini adalah emisi yang sangat rendah, karena satu-satunya hasil samping dari proses kerja fuel cell adalah uap air.

Meski begitu, mobil ini dipasarkan secara terbatas dan hanya tersedia di wilayah tertentu yang memiliki infrastruktur hidrogen, seperti California.

Infrastruktur Hidrogen Jadi Hambatan Utama

Salah satu tantangan terbesar kendaraan fuel cell adalah minimnya stasiun pengisian hidrogen. Di Amerika Serikat, jumlah stasiun hidrogen masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan infrastruktur kendaraan listrik berbasis baterai (EV) yang berkembang pesat.

Kondisi ini membuat adopsi kendaraan hidrogen berjalan lambat. Biaya pembangunan stasiun yang tinggi, distribusi hidrogen yang kompleks, serta harga bahan bakar yang mahal menjadi faktor penghambat utama bagi konsumen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut